oleh

Soal 39 TKA Dideportasi, 14 KIP ‘Lepas’, Taufik: Nyamen Bener…

*Suranto: Kami akan Tanyakan ke Inspektur Tambang
DIDEPORTASINYA 39 Tenaga Kerja Asing (TKA) serta lepasnya 14 Kapal Isap Produksi (KIP) yang menjadi sponsor kedatangan mereka, selah membuat persoalan ini menjadi demikian ringan. ”Nyaman bener kalau cuma begitu aja tanpa ada sanksi hukum lain?” demikian dikemukakan Pengacara Taufik Koriyanto kepada Babel Pos, kemarin.

—————

loading...

MENURUT Taufik, kasus ini tak bisa dibiarkan begitu saja. Karena semestinya keberadaan TKA itu harusnya hanya untuk menutupi jika memang tenaga lokal atau orang Indonesia memang belum mampu dalam pekerjaan tertentu. Dan, masuknya TKA itu harus dengan menegakkan aturan yang tegas. ”Gubernur harus perhatikan soal ini, jika memang dinas terkait tak punya kewenangan lagi, maka Dinas Tenaga Kerjanya harus tanggap. Lembaga vertikal juga diminta benar-benar berkoordinasi intensif untuk ini. Jangan sampai di Babel pengangguran banyak, sementara TKA hilir mudik masuk ke Babel dengan melaggar aturan, ketahuan, cuma deportasi,” ujarnya.

Bagaimana dengan 14 KIP yang lepas begitu saja?
”Tadi sudah saya tegaskan, Gubernur harus perhatikan soal ini. Kalau memang kewenangan pusat, maka kelakuan 14 KIP itu ya laporkan ke Pusat. Harus ada ketegasan di sini. Bagaimanapun Babel punya wilayah,” tegasnya.

ESDM Tak Berwenang?
Di sisi lain, pihak Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tak bisa berbuat banyak soal 39 TKA dan 14 KIP tersebut. “Terkait TKA yang kerja di KIP di wilayah operasional PT Timah tbk, saya tidak terlalu memahami, tapi bisa ditanyakan ke Disnaker. Kami hanya bidang teknisnya saja. Kalau tenaga kerja asing di Disnaker, kami tidak begitu mengetahui itu,” ujar Kepala ESDM Provinsi Babel, Suranto Wibowo kepada Babel Pos di ruang kerjanya, Kamis (6/12).

Komentar

BERITA LAINNYA