oleh

Siswa-Siswi TKIT Cahaya Toboali Peduli Palu & Donggala

*Dana Terkumpul Rp 24.078.000,- Telah Disalurkan Melalui Lembaga Kemanusiaan PKPU
Babelpos.co TOBOALI – Sebanyak 24 juta lebih hasil dari penggalangan dana yang dilakukan oleh para siswa-siswi TKIT Cahaya, Toboali Kabupaten Bangka Selatan untuk membantu korban bencana di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng) telah disalurkan melalui lembaga kemanusiaan Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU), Selasa (9/10/2018).

Penggalangan dana yang dilakukan para siswa-siswi TKIT Cahaya Toboali sejak 1 pekan lalu, terkait bencana gempa dan tsunami yang menimpa masyarakat Palu dan Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng). Karena itu, sehingga membuat siswa-siswi TK Islam ini berinisiatif melakukan penggalangan dana dalam rangka untuk membantu serta meringankan beban sesama.

loading...

Menariknya dalam penggalangan dana itu para siswa-siswi membawa botol minuman mineral yang telah mereka hias dan tulis di sekolah dan kemudian melakukan penggalangan dana ke rumah tetangga terdekat di sekitar lingkungan, keluarga atau saudara dan ke kantor tempat kerja orang tua mereka sendiri.

“Alhamdulillah, selama 1 minggu terkumpul donasi sebesar Rp 24.078.000. Uang yang terkumpul telah disalurkan hari ini (Selasa_red) melalui lembaga kemanusiaan PKPU (Pos Keadilan Peduli Ummat) yang sudah terjun di lokasi bencana,” ucap Kepala Sekolah TKIT Cahaya, Mardiah, S.Pd AUD kepada babelpos.co, Selasa (9/10/2018).

Untuk itu, Mardiah pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah bersama-sama ikut membantu dan meringankan penderitaan saudara-saudara yang tertimpa musibah bencana alam di Palu dan Donggala.

“Terima kasih dan doa sebesar-besarnya untuk ananda sholeh dan sholeha yang telah menjadi agen dan relawan kebaikan di tengah masyarakat, tentu juga untuk seluruh orang tua wali siswa yang telah mendukung kegiatan ini sepenuh hati,” tutur Mardiah seraya menambahkan kegiatan tersebut mendapat respon yang sangat baik dari para orang tua siswa seperti yang diutarakan Uji Julaila, merasa bersyukur karena anak-anaknya sudah di didik untuk memiliki rasa kepedulian yang tinggi sejak usia dini.

“Ini kegiatan yang sangat positif karena membekali anak-anak sejak dini untuk belajar tentang rasa kepedulian, keikhlasan dan tolong menolong antar sesama,” jelas Kiki Margareta, salah satu orang tua siswa.(tom)

Komentar

BERITA LAINNYA