oleh

Siput Muji Buntut, Ular Berekor Belut

Oleh: Syahril Sahidir
CEO Babel Pos grup

MENJADI pemimpin itu haruslah selalu dalam batas koridor, agar tidak dinilai teledor.

loading...

——————–

RAKYAT negeri ini kadang menyaksikan bagaimana para pemimpin itu menentang atas ‘sesuatu’ habis-habisan hingga keluar dari konsep atas ‘sesuatu’ itu, namun mendadak berbalik entah karena apa? Ada juga kalanya lahir suatu kebijakan yang dibumbui dengan sejumlah harapan. Selidik punya selidik, ternyata ada ‘sesuatu’ di balik ‘sesuatu’ itu.

Ingat, sesungguhnya apapun yang dilakukan dan dikatakan oleh para pemimpin itu akan selalu diperhatikan dalam setiap gerak dan kata. Jangan sekali-kali melakukan atau mengomentari suatu kebijakan tanpa landasan dan dasar yang akurat apalagi tanpa berpihak pada kepentingan rakyat, karena itu adalah cikal bakal bagi sang pemimpin untuk dihujat.

Menjadi Gubernur/Wakil Gubernur, Walikota/Wakil Walikota, Bupati/Wakil Bupati, menjadi Ketua atau anggota DPR atau DPRD, serta menjadi Menteri atau Presiden sekalipun di negeri ini sekarang, sudah tidak sesakral dulu lagi. Jabatan itu sudah menjadi ‘biasa-biasa saja’. Bahkan salah sedikit dalam bicara atau tindakan, kritik dan hujatan mengalir deras.

***

IBARAT penyakit, Sudah begitu parah ketidakpercayaan rakyat negeri ini dengan para pemimpinnya. Untuk itu, pemimpinlah yang harus sadar menanamkan kepercayaan rakyat itu kembali dengan pelan-pelan dan program yang pasti dan memang menyentuh ke bawah. Pemimpin jangan membuat program mercu suar yang hanya elok dipandang tapi tidak bermanfaat bagi rakyat.

Komentar

BERITA LAINNYA