oleh

Si Pahit Lidah?

LEGENDA Si Pahit Lidah yang ceritanya berasal dari Sumatera Selatan (Sumsel) dan meluas menjadi Legenda Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) adalah sosok sakti mandraguna. Kesaktiannya karena ucapan (Lidahnya), ditakuti karena telunjuk (-nya bisa berarti perintah atau berarti celaka).

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup

loading...

SAYANG, sumpah Si Pahit Lidah semuanya menjadi batu, tidak ada yang ia sumpah menjadi emas. Konon ada batu berbentuk gajak karena disumpah Si Pahit Lidah. Coba kalau gajah itu ia sumpah menjadi emas, penulis yakin gajah itu sudah tak ada lagi sekarang… Bahkan mungkin tempat gajah itu berdiri sudah menjadi lubang… ha .. ha…

Jadi anggota legislatif (Aleg) itu sama dengan Si Pahit Lidah versi baiknya. ”Kata-katanya didengar orang, perintah dan telunjuknya diperhatikan orang,” ujar seorang teman mengibaratkan, ketika bercerita soal legenda itu dan agaknya itu mungkin strategi kampanye juga.

”Jadi saya ini ingin menjadi Si Pahit Lidah versi baiknya itu. Kata-kata saya didengar orang, telunjuk saya menjadi berharga dan diperhatikan orang…” ujar seorang teman yang notabene menjadi Calon Legislatif (Caleg) salah satu partai. Kebetulan si teman ini incumbent (Aleg).

”Kalau begitu, jika kamu terpilih lagi, kamu justru akan merugikan orang, bukankah Si Pahit Lidah doyan menyumpah apa yang ia temui menjadi batu?”

”Kan saya bilang ingin menjadi Si Pahit Lidah versi baiknya… Sehingga setiap kata yang terucap berisi kebaikan, telunjuk terarah untuk kesejahteraan,” ujar si teman bernada kampanye.

Komentar

BERITA LAINNYA