oleh

Setiap Orang Ada Masanya, Setiap Masa Ada Orangnya

SETIAP orang ada masanya, setiap masa ada orangnya.

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup —

loading...

DALAM hal apapun, semua punya waktu.
VOX populi, vox dei. Suara rakyat, suara Tuhan.

Lima tahun yang lalu, kita menyaksikan kembalinya dua mantan Bupati yang pernah berkuasa 5 tahun sebelumnya. Ini terjadi di Bangka Selatan (Basel) dan Bangka Barat (Babar) –meski khusus Babar berada di posisi cukup kritis–. Kedua, tergulingnya 3 incumbent dari 4 incumbent yang kembali ikut bertarung dengan selisih suara yang tertinggal jauh dari pemenang. Ketiga, tidak tercapainya target partai penguasa PDI Perjuangan mencapai minimal 50 persen saja dari 4 kabupaten.

Sudut pandang politik yang selalu menempatkan posisi incumbent selaku lawan terberat, justru tidak terjawab di Pilkada 4 Kabupaten Negeri Serumpun Sebalai saat itu. Incumbent di Basel dan di Babar malah berada di posisi buncit dalam perolehan suara. Menariknya, incumbent ini dikalahkan oleh orang yang justru pernah mereka kalahkah 5 tahun silam. Apakah ini jawaban sebagai kerinduan rakyat, atau Tuhan sengaja memberi pelajaran kepada semuanya lewat rakyat? Hanya Tuhan yang tahu.

****

TIDAK dengan maksud menakut-nakuti, tapi setidaknya ini mengingatkan.
Kandasnya incumbent dalam Pilkada, Babel ini memang jagonya. Pilkada di 4 kabupaten pemekaran 10 tahun lalu, semua incumbent dihabisi para wakil sendiri. Justiar Noer dikalahkah Wakilnya H Jamro H Jalil, Parhan Ali dikalahkan Wakilnya Ustad Zuhri Sjazali, Abu Hanifah dikalahkah Wakilnya Erzaldi, kecuali di Belitung Timur memang ada persoalan berbeda.

Komentar

BERITA LAINNYA