oleh

Setiap Jum’at, GJS Atok Kulop Istiqomah Berbagi

Bawa kedik ke tengah hutan
Ada musang terbaring lunglai
Berbuat baik janganlah bosan
Setiap perbuatan memiliki nilai
(Pantun Atok Kulop)

PANGKALPINANG – Ada hal yang patut disyukuri di era sekarang ini tumbuh berbagai komunitas atau organisasi yang bergerak di bidang sosial. Ini membuktikan bahwa kehidupan sosial masyarakat kita masih sangat menjunjung tinggi nilai-nilai ke-Indonesia-an yakni peduli antar sesama.

loading...

Kegiatan sosial dilakukan tidak hanya disaat datang musibah atau di bulan suci Ramadhan, tapi juga bisa dilakukan setiap saat. Kepedulian itu akan menjadi lebih bernilai ketika dilakukan dengan istiqomah. Sederhana, kecil atau mungkin bagi sebagian orang tak bernilai, namun jika dilakukan dengan rutin justru menjadi inspirasi bagi orang lain. Hal ini nyata dilakukan oleh Gerakan Jum’at Sedekah (GJS) Atok Kulop yang dipelopori oleh Tokoh Muda Bangka Belitung, Ahmadi Sopyan.

GJS Atok Kulop ini sudah berjalan lebih dari 2 tahun, yakni sejak akhir tahun 2016 hingga saat ini. Anak-anak muda yang dikomandani oleh Ahmadi Sopyan ini membagikan 500 paket nasi kotak setiap menjelang sholat Jum’at di seputaran Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah.

“Sebetulnya kami ini hanya tukang himpun dan tukang bagi, sedangkan yang sedekah adalah masyarakat juga. Artinya ini berbagi dari seperadik kepada seperadik. Dari kami sendiri artinya tidak ada yang istimewa, kecuali hanya sebagai pejalin silaturrahim dan nasi kotak adalah wasilah (perantara)-nya,” ungkap Ahmadi Sopyan yang dikenal sebagai penulis.

Karena nasi kotak dianggap sebagai wasilah silaturrahim antar seperadik, maka setiap paket nasi kotak ditempel stiker dengan nama-nama penyumbang. Hal ini diwajibkan oleh Team GJS agar antara yang memberi dan yang menerima saling mendo’akan. “Yang menyumbang sangat banyak dan dari berbagai kalangan, begitupula yang menerima” ungkap Muammar, salah satu Team GJS.

Komentar

BERITA LAINNYA