oleh

Seruling Kematian & Tifa, Siulan Tumbal & Kematian

MINGGU ini saya agak geser dikit dari pembahasan soal lagu atau band-band seperti rubrik-rubrik yang sudah-sudah. saya mengumpulkan materi tentang alat musik saja.

Kita tahu, musik tanpa alat, seperti mendengar lagu acapela (yaiyalah brooo). Tanpa alunan musik rasanya, agak gimana ya, makan nasi gak pake lauk walaupun lagi laper. Tetep berasa gak dapet feel-nya, sama ibarat nembak cewek dari dalam angkot.

loading...

Tapi bukan alat musik yang biasa yang mau saya persembahkan. Bukan gitar, bukan bass, bukan drum apalagi suling.

Tapi, alat musik itu bernama Seruling Kematian. Wuih, ngeri kan? Dari namanya saja tentu ngertilah mau dibawa ke mana ini tulisan.

Baru dengar namanya saja mungkin sedikit banyak agak bingung. Kok ada gitu alat musik yang membawa pesan maut? Kalau kata orang barat namanya “Death Whistle”, erat kaitannya dengan sesuatu yang berbau kematian.

Suling ini dipakai suku Aztec sebagai pegiring upacara ritual. Ritualnya yaitu menjadikan manusia sebagai sosok tumbal.

Selama ritual pengorbanan manusia, suara seruling kematian dianggap dan diyakini membantu membimbing jiwa korban untuk mencapai akhirat dan menenangkan para dewa. Ngeri!

Death whistle juga digunakan dalam pertempuran, di mana sekelompok besar prajurit yang bermain instrumen ini pasti membuat takut musuh mereka dengan suaranya yang memekakkan telinga.

Suku Aztec dan Maya merupakan suku kuno yang dikenal memiliki peradaban paling maju dan penemuan canggih pada jamannya. Dibekali kebudayaan yang luar biasa itulah, peninggalan-peninggalan bersejarah dari suku Aztec dan Maya menjadi incaran para ahli arkeolog dan kolektor dari seluruh dunia, untuk mengungkap satu kaum kuno yang sangat pintar, namun secara misterius hilang begitu saja dari peradaban di dunia dalam sekejap. Salah satu arkeolog yang meneliti tentang Suku Aztec bernama Roberto Velazquez.

Komentar

BERITA LAINNYA