oleh

Serangan Fajar Saat Lebaran, Ada Nggak?

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup —

HAJATAN Pemilu Legislatif (Pileg) sekaligus Pemilihan Presiden/Wakil Presiden (PIlpres), sudah usai digelar. Soal hasil, sepakat tunggu KPU. Klaim dan tudingan mengalir deras, biarlah anggap sebagai dinamika.

loading...

———————-

SEKALI lagi, ini khusus untuk Pileg 2019. Sama dengan tahun 2014, membuktikan bahwa popularitas tidak berbanding lurus dengan elektabilitas. Dalam arti, tenar dan nama ngetop saja tidaklah cukup untuk terpilih menjadi ‘Anggota Dewan yang Terhormat’ dalam berbagai tingkatannya. Dan itu agaknya berlaku umum, baik di Negeri Serumpun Sebalai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) juga secara nasional.

Lihatlah faktanya, begitu banyak orang-orang tersohor dan terkenal, malah mulai kecut karena terancam terdepak di Pemilu 2019 ini. Begitu banyak para petahana atau incumbent terjungkal oleh orang-orang yang secara popularitas kalah jauh dengan mereka yang sudah pernah duduk. Menyakitkan memang, tapi inilah fakta dan cara rakyat menghukum para wakilnya selama ini yang dinilai hanya sibuk mengurus diri sendiri, mengurus para pejabat tinggi di eksekutif dan yudikatif, tapi lupa mengurus para konstituen yang membuatnya berhasil duduk di singgasana nan empuk itu.

***

JIKA sapi pegang talinya, jika manusia pegang janjinya. Setiap Calon Legislatif (Caleg) dalam berbagai tingkatannya selalu berjanji dan berjuang untuk kesejahteraan rakyatnya atau dalam lingkup yang lebih untuk kesejahteraan para konstituennya. Buat para petahana atau incumbent yang tidak terpilih lagi, harus introspeksi diri kembali, apakah selama menjabat sudah berjuang untuk rakyat, atau belum? Atau sudah berjuang, tapi dinilai masih kurang?

Komentar

BERITA LAINNYA