oleh

Semoga Dugaan Tipikor PJU tak Senasib Dengan RTH, Kajati Buktikan Total Lost

KELUARNYA SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Ruang Terbuka Hijau (Tipikor RTH) –meski sudah ada tersangka–, menimbulkan pesimisme terhadap pengusutan Tipikor Penerangan Jalan Umum (PJU) Belitung dan Belitung Timur.

———————

Loading...

loading...

“KITA amati kinerja dan produktivitas Kejaksaan Tinggi sekarang ini belum tampak adanya produk-produk penyidikan Tipikor yang besar sesuai harapan publik. Justeru yang nampak baru-baru ini di koran diberitakan adanya penghentian kasus RTH itu, padahal dari hasil penyidikan dan penggeledahan itu sendiri penyidik menemukan fakta penghilangan dokumen asli dan heboh,” demikian pandangan yang dikemukakan penggiat anti korupsi Babel, Marshal Imar Pratama.

Rendahnya produktivitas penyidikan dikatakan Marshal dapat terlihat dari minimnya produk penyidikan Tipikor serta penuntutan hampir 2 tahun terakhir. Dalam kurun waktu tersebut hanya 1 produk Tipikor Kejati yang dituntut hingga meja hijau. “Yakni perkara pipa Merawang bersumber dari APBN. Perkara pipa tersebut juga sebetulnya hanya peninggalan penyidikan semasa Kajati Happy, jadi semasa murni pak Aditia Warman masih nihil penuntutan,” ucapnya.

Diakui, mulanya muncul optimisme ketika 2 kasus yang sempat ditangani hingga muncul nama tersangka. “Yakni perkara RTH dan cetak sawah dulu itu. Tetapi faktanya RTH justru sudah SP3. Sementara yang cetak sawah nasib dan kepastian hukum tersangkanya belum diketahui. Padahal presiden Jokowi sendiri telah mengingatkan agar penyidikan-penyidikan hukum terutama Tipikor jangan lagi ada ketidakpastianya apalagi bila sampai berujung kegaduhan publik,” tutur kandidat Doktor Universitas Borobudur itu.

Komentar

BERITA LAINNYA