oleh

Semestinya, No. Capres 11 – 12?

BEBERAPA waktu lalu, Gubernur Bangka Belitung (Babel) Erzaldi beserta 2 ASN –salah satunya kepala dinas– harus berurusan dengan Bawaslu gara-gara simbol jari jempol dan telunjuk. Versi Gubernur dan keduanya stafnya itu, bermakna hurup L atau ‘Lestari’. Maklum memang momentnya berkaitan dengan soal hutan dan lingkungan.

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup

Loading...

loading...

NAH! Jika Erzaldi dengan jarinya terseret ke Bawaslu karena simbol itu dinilai mengarah ke kandidat Capres/Cawapres yang bukan 01. Hal sebaliknya, juga dialami Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau Kang Emil di acara peringatan Hari Lahir NU ke-93 dan Harlah Muslimat NU ke-73 pada hari Sabtu (9/2) lalu.

Di lapangan Merdeka Kerkop, Kabupaten Garut, Jawa Barat itu, ia bersamaan dengan deklarasi dukungan terhadap pasangan kandidat Capres/Cawapres yang bukan 02. Ridwan Kamil patut diduga menyampaikan orasi politik kepada kumpulan massa yang hadir saat itu.

Padahal menurut pelapor, Muhajir, masa kampanye rapat umum di ruang publik baru dimulai 21 hari sebelum waktu pemungutan suara dilakukan.

“Di hadapan puluhan ribu massa yang hadir, dia menyampaikan orasi politik, yang pada pokoknya menyatakan ‘oleh karena itu kalau saya teriak Garut… teriak juara…. Saya teriak Jabar… teriak juara… Saya teriak 01… teriak juara’.

Nah, perbuatan Ridwan Kamil tersebut, dinilai tidak dapat dibenarkan. Dan patut diduga merupakan Pelanggaran Kampanye,” tutur Muhajir.

Komentar

BERITA LAINNYA