oleh

Selamat Berpisah Cebong & Kampret

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup —

RABU lusa, 17 April 2019, jadi puncak Pemilu. Hebatnya Pemilu kali ini, tak hanya diikuti oleh para kandidat Calon Legislatif (Caleg) berbagai tingkatan, tapi juga disemarakkan oleh para (ke) cebong dan kampret.

Loading...

loading...

—————–

KECEBONG atau kerap pula disebut berudu adalah ‘katak yang belum jadi’. Kalau dipakai kata ‘cebong’ saja, ya itu tadi arahnya tetap pada kata ‘kecebong’.

Lalu, muncul pula sebutan kampret. Ini adalah ‘kelelawar yang belum jadi’.
Nah, jadi keduanya sama-sama ‘belum jadi’. Satu belum jadi ‘kodok’, yang satunya belum jadi ‘kelelawar’.

Persoalannya, sebutan bagi kelompok pendukung pasangan Capres/Cawapres ini menguat di tengah masyarakat. Sinisme dibangun oleh dua kubu Capres di tahun politik ini.

Di media sosial, muncul sebutan bagi pendukung kandidat ‘sebelahnya’ –penulis sengaja tak menggunakan angka takut dinilai bermakna tertentu pula– sebagai kecebong atau cebong. Sementara pendukung ‘sebelahnya lagi’ disebut sebagai ‘kampret’.

Sebutan cebong dan kampret, memang sebagai penegasan perbedaan pilihan politik. Dan itu berakhir di 17 April nanti. Kita berharap agar kedua kelompok ‘hewan’ yang ‘belum jadi’ itu tidak meneruskan perseteruannya, karena kasihan ‘cebong’ dan ‘kampret’ yang masih berproses.

Komentar

BERITA LAINNYA