oleh

Sebelum Keluarkan Fatwa, MUI Datangi Liat’s Game Centre

Babelpos.co SUNGAILIAT – Tokoh agama Sungailiat termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bangka didampingi Satpol PP dan Kepolisian mengecek arena ketangkasan Liat’s Game Center Sungailiat, Sabtu (12/1/2019).

Hal ini menindaklanjuti gejolak keberadaan arena ketangkasan di Simpang Kuday Sungailiat ini yang menuai pro dan kontra karena indikasi “judi”. Kedatangan tokoh agama juga diikuti pihak Gerakan Urang Melayu (GUM) Bangka, Front Pembela Islam (FPI) Bangka serta pihak pengelola Liat’s Game Center, Jauhari, Dedi dan rekan-rekannya.

Hasanudin dari perwakilan warga Air Hanyut di sekitar lokasi mengatakan, keberadaan Liat’s Game Center sebagai arena judi. Pihaknya meminta pemerintah melakukan penutupan arena ketangkasan yang telah mendapat laporan dari ibu-ibu dan para orang tua.

“Kalau memang hukum pemerintah tidak berjalan, hukum masyarakat yang berjalan. Tolong ditanggapi aspirasi kami masyarakat Air Hanyut, Kampung Pasir dan Matras. Kalau aspirasi masyarakat tidak diterima kita pakai hukum masyarakat,” ungkap Hasanudin.

Kepala Satpol PP Bangka, Dalyan Amrie menyatakan, peninjauan bersama MUI Bangka merupakan pengecekan sistem permainan arena ketangkasan yang selanjutnya akan dikaji oleh pemerintah untuk dihentikan atau tidak. Selain itu, nantinya juga ada pertemuan dengan Bupati Bangka untuk membahas masalah ini.

“Semua aspirasi kita tampung hari ini, nanti diteruskan dan diputuskan bupati,” kata Daylan Amrie.

Sementara itu pihak pengelola mengakui, arena ketangkasan ini dimainkan tidak sekedar untung-untungan tetapi membutuhkan keterampilan. Selain itu, ketangkasan yang dilakukan mendapatkan point yang kemudian diganti voucher untuk ditukarkan barang.

Komentar

BERITA LAINNYA