oleh

Rp 1,25 M Tak Kunjung Cair, Keluarga Korban Lion Air Curiga

LAMBANNYA proses pembayaran ganti rugi atau kompensasi kepada para keluarga dan ahli waris korban pesawat Lion Air JT 610, berupa ganti rugi sebesar Rp1,25 miliar membuat keluarga korban mulai kesal bahkan curiga. Padahal kewajiban itu dengan jelas tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara.

——————-

DALAM Pasal 3 PM 77/2011 disebutkan penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat akibat kecelakaan atau kejadian yang semata-mata ada hubungannya dengan pengangkutan udara diberi ganti kerugian Rp 1,25 miliar per penumpang.

“Mendengar jawaban pihak Lion Air makin menguatkan ada itikad tidak baik. Apa susahnya sih bagi mereka untuk bertanggungjawab pada permasalahan ini. Karena dalam Permenhub 77/2011 ini tidak ada ruang tafsir. Bicara ganti rugi sudah kewajiban hukum Lion Air membayarnya kepada keluarga korban,” cetus Aprila Susanto dari Kongres Advokat Indonesia mewakili pihak keluarga korban Lion Air H. Murdiman saat pertemuan antara keluarga korban dengan perwakilan PT Lion Air dan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) di ruang Banmus DPRD Babel, Rabu (12/12).

Dalam pertemuan yang dipimpin langsung Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya itu, ia juga meminta Direksi PT Lion Air tidak mensyaratkan kepada para keluarga dan ahli waris korban untuk menandatangani surat pernyataan yang berisikan tidak akan mengajukan gugatan ganti rugi selain yang diatur dalam Pasal 3 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011.

Komentar

BERITA LAINNYA