oleh

Retribusi Pasir Timah, Tabungan Abadi Babel?

*Dikelola oleh Bank Sumsel Babel Syariah jika sudah dibeli Babel
Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuangan Pembentukan Provinsi Babel —

”PERATURAN Daerah (Perda) soal mineral ikutan timah sudah selesai dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) beberapa bulan lalu. Menurut Perda itu, zircon yang selama berpuluh tahun bebas diekspor begitu saja, kini harus diurai dulu, baru boleh dikapalkan.

Loading...

loading...

Karena di dalam zircon masih terdapat mineral ikutan lainnya, seperti rare earth mineral (mineral tanah jarang) dan thorium yang amat mengerikan kalau dimiliki swasta. Kalau yang beli zircon itu kelompok teroris dunia, maka Babel menanggung dosanya akibat perbuatan lalai yang pada akhirnya mengancam dunia.”

—————

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berdiskusi dengan DPRD Babel belum lama ini di kantor wakil rakyat Babel itu. KPK telah mengingatkan Babel, bahaya bagi anak cucu apabila kekayaan alam Babel tidak dikelola dengan baik. Bahkan KPK memberikan perumpamaan nasib tragis sebuah pulau di perbatasan Australia dan Hawaii.

Pulau Nauru namanya yang bernasib sial itu. Pulau Nauru merupakan sebuah pulau yang terletak sekitar delapan setengah mil persegi dengan penduduk sekitar 10.000. Nauru terletak di Pasifik Selatan. Dalam jangka waktu kurang dari tiga dekade, Nauru telah berubah dari negara terkaya di dunia menjadi termiskin di dunia. KPK mengingatkan Babel jangan seperti Nauru. Kasihan anak cucu di Babel.

Peringatan KPK itu bukan asal bunyi. Ada data yang menguatkan bahwa Babel tidak memiliki persiapan atau tabungan apapun apabila kelak kekayaan tambang timah dan mineral ikutannya habis di Babel. Nasib Babel akan seperti Nauru. Kaya dalam sekejap dan miskin pula dalam sekejap. Dunia tambang memang sadis. Setelah kekayaan alam diambil, bumi berantakan tak beraturan. Lalu pergi tanpa pamit. Para penambang datang dan pergi bagaikan mimpi saja. Itulah kekhawatiran KPK pada nasib Babel kelak.

Komentar

BERITA LAINNYA