oleh

Ramadhan, Mak & Teriakannya

Oleh : Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial

SOAL harga kebutuhan pokok, Wallahi, saya lebih percaya kepada Mak-Mak ketimbang Pemerintah apalagi sekelas Menteri atau Presiden sekalipun. Bagi saya, data dari Mak-Mak 100 persen benar adanya dan mereka adalah manusia-manusia Indonesia yang paling jujur dibalik kepolosan dan keluguannya.

loading...

——————-

RAMADHAN tinggal menghitung hari. Insya Allah tahun ini kita semua berjumpa kembali dengan bulan suci Ramadhan. Ada getaran kebahagiaan, ada air mata mengalir bahagia, ada haru yang menderu, ada rasa syukur tak terukur, ada ketenangan hati nan suci, tapi disisi lain ada pula kecemasan yang tak terelakkan.

Ramadhan datang kok ada kecemasan?
Ya begitulah. Di bulan Ramadhan, tak bisa dipungkiri membutuhkan dana sedikit lebih banyak dibandingkan bulan-bulan lainnya. Walaupun Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, namun disisi lain, suara hati masyarakat kecil terutama Mak-Mak tak bisa dikesampingkan. Betapa tidak, menjelang Ramadhan hingga akhir lebaran (Idul Fitri), kebutuhan bahan pokok otomatis naik bahkan berganti harga. Sidak pasar oleh pejabat, pengaturan harga oleh penguasa, tak mampu membendungkan kenyataan yang ada. Yakni, kenyataan yang dirasakan oleh kaum Mak-Mak yang tahu betul harga kebutuhan pokok sesungguhnya.

Soal harga kebutuhan pokok, Wallahi, saya lebih percaya kepada Mak-Mak ketimbang Pemerintah apalagi sekelas Menteri atau Presiden sekalipun. Bagi saya, data dari Mak-Mak 1000 persen benar adanya dan mereka adalah manusia-manusia Indonesia yang paling jujur dibalik kepolosan dan keluguannya. Mereka adalah manusia-manusia Indonesia yang tak boleh punah, karena kepunahan mereka akan merubah peradaban yang jauh lebih mengkhawatirkan. Mak-Mak jujur, lugu dan polos adalah manusia Indonesia yang sesungguhnya dan tak tergantikan. Mak-Mak adalah manusia Indonesia yang kemuliaannya jauh lebih pantas untuk diidolakan dan diteladani ketimbang para pejabat.

Komentar

BERITA LAINNYA