oleh

Rakyatku Percayalah Aku Berbohong Lagi?

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup —
PEMIMPIN apalagi dalam jabatan politik di negeri ini cenderung selalu dinilai salah. Inilah cermin rasa ketidakpercayaan rakyat terhadap pemimpinnya yang sudah akut, bahkan parah.

——————

TINGGINYA angka Golongan Putih (Golput) atau golongan yang memilih untuk tidak memilih dalam Pemilu –ini yang terus terjadi– adalah bisa jadi juga sebagai cerminan karena rakyat sudah tak percaya lagi dengan pemimpin atau wakilnya baik di lembaga eksekutif ataupun legislatif. Rakyat merasa, siapapun yang dipilih tetap akan berakhir sama, yaitu mengecewakan. Bahkan, ada yang lebih ekstrim dengan sikap lebih baik tidak ikut memilih dari pada ikut berdosa karena salah pilih.

Sikap rakyat yang demikian tentunya tak lepas dari perilaku para calon kepala daerah ataupun calon legislatif itu sendiri di tengah rakyatnya. Pada saat sebelum pemilihan, suara rakyat demikian didengar, aspirasinya ditulis seolah akan segera dilaksanakan. No hp selalu aktif dan sangat gampang diangkat. Baliho dan gambar pun dengan motto untuk dan demi rakyat bertebaran di berbagai sudut kota.

Begitu terpilih, jangan kan mendengar suara rakyat, no hp bahkan Hp-nya pun sudah berganti dengan keluaran terbaru. Tak ada lagi baliho, tak ada lagi motto. Yang ada studi banding, kunjungan ke luar daerah, dinas luar, baik luar daerah, kerap terjadi hingga ke luar negeri. Tinggallah rakyat yang dulunya menaruh banyak harapan sekarang hanya jadi penonton.

Ironisnya, begitu menjelang Pemilu atau menjelang jabatan berakhir, sang pemimpin juga calon legislatif itu kembali aktif turun ke bawah. Aspirasi rakyat didengar dan ditulis lagi. Nomor hp disebar kemana-mana dengan alasan siap mendengar setiap aspirasi yang muncul. Kunjungan ke luar daerah tidak ada lagi atau dikurangi, ke luar negeri juga ditiadakan, studi banding juga tak perlu lagi. Akhirnya, rakyat pun bertanya, loh selama ini kemana saja?

Komentar

BERITA LAINNYA