oleh

Pungutan Ekspor CPO Sudah Nol, Kok Sawit di Babel Masih Murah?

PANGKALPINANG – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya mengaku heran harga sawit di Babel masih saja murah. Padahal, pemerintah sudah menolkan atau senilai US$ 0 per ton terhadap seluruh tarif pungutan ekspor apabila harga CPO (Crude Palm Oil/minyak sawit kasar) internasional berada di bawah harga US$ 570 per ton. Hal itu, ungkap Didit, berdampak pada naiknya harga (Tandan Buah Segar) sawit.

“Hari ini kita audiensi dengan Pemprov Babel yakni dinas terkait. Di mana Pak Jokowi sudah membebaskan biaya ekspor CPO sawit per 1 ton metrik 485 US dollar, sekarang dampaknya harga TBS mengalami kenaikan 525 US dollar, tapi kok di Babel masih sama harganya, sehingga kita minta pemprov dan dinas terkait untuk segera menyikapinya,” ujar Didit kepada awak media, Senin (21/1).

Loading...

loading...

Lanjut Didit, pihaknya sengaja mengundang pemda terkait untuk memaparkan soal kebijakan penghapusan biaya ekspor harga sawit di tingkat dunia.

Oleh karenanya, Dia meminta Pemda mengawasi dampak kebijakan tersebut sehingga harga sawit layak dapat dinikmati petani.

“Kita dapat paparan dari menteri yang menolkan biaya ekspor CPO. Tujuannya untuk membantu petani agar dapat hasil yang sangat baik untuk tandan buah segar,” jelasnya.

Komentar

BERITA LAINNYA