oleh

Puluhan Desa di Kabupaten Bangka “Tersengat” PLTS

*Arman Benarkan Kejaksaan Panggil Kades, Sekcam dan Staf-nya
Babelpos.co  SUNGAILIAT – Pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) membuat puluhan desa Kabupaten Bangka “tersengat setrum PLTS” hingga dilidik pihak Pidsus Kejari Bangka. Puluhan kades, sekcam, pengurus Apdesi Kabupaten Bangka hingga pegawai di Dinsospemdes Kabupaten Bangka ikut dipanggil penyidik Pidsus Kejari Bangka guna dimintai keterangan atas dugaan korupsi kasus tersebut.

BACA: Pidsus Kejari Bangka Bidik Aktor Utama Dugaan Korupsi PLTS

Loading...

loading...

Informasi yang berhasil Babel Pos rangkum, dilakukannya penyelidikan proyek penerangan lampu jalan ini setelah terendus adanya pemasangan dahulu PLTS pada beberapa desa sebelum dimasukkan ke RAPBDes. Selain itu, terdapat juga hambatan dalam pencairan yang mana proyek ini menuai pro dan kontra di kalangan desa hingga perangkat kecamatan.

Dilidiknya sejumlah kades, perangkat desa hingga sekcam dan dinas diakui kepala Dinsospemdes Kabupaten Bangka, Arman Agus ketika dikonfirmasi Babel Pos pekan lalu. Namun Arman berdalih, proyek PLTS itu pihak dinas tak turut campur, karena dilakukan langsung oleh masing-masing desa.

“Itu dari desa masing-masing, bukan OPD kami (yang mengarahkan). Tapi kami percaya dari yang dilakukan oleh desa untuk itu realnya. Memang kita sekarang sudah dipanggil pihak kejaksaan dan pihak desa lah yang bertanggung jawab soal itu,” kata Arman yang mengaku beberapa staf kantornya ikut dipanggil.

Ditanya seperti apa pendampingan Dinsospemdes atas persoalan dugaan korupsi puluhan desa ini ia mengaku tidak ada keterkaitan dengan OPD-nya untuk pendampingan itu. Sebab dalam hal ini, Dinsospemdes hanya sebagai pengawasan dan pembinaan dana desa.

“Tidak ada keterkaitan kita (untuk pendampingan), tau tahu muncul dalam RAPBdes itu. Sehubungan itu kita juga sudah dipanggil dan kita jelaskan sesuai kewenangan kita,” tukasnya.

Komentar

BERITA LAINNYA