oleh

PT XL Axiata Ngaku Rugi

*Agus: Kami Dari Perusahaan Tetap Bertanggung Jawab
TOBOALI – Perusahaan menara telekomunikasi Base Transceiver Station (BTS) milik PT XL Axiata yang berdiri kokoh di kawasan pemukiman penduduk yakni di Gang Todal Jalan Dr Wahidin Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mengaku rugi dampak dari dimatikannya Mcb (Kwh) PLN oleh warga setempat.

“Bahwa dengan aktivitas warga mematikan Kwh PLN di tower kita berdampak sangat merugikan kita, dan nilainya juga besar karena layanan kepada pelanggan terhenti,” kata Agus salah satu perwakilan dari perusahaan PT XL Axiata, kepada babelpos.co, Sabtu (19/1/2019) sore.

Loading...

loading...

Terkait tuntutan warga, lanjut Agus, saat ini lagi dalam proses dan mudah-mudahan dalam waktu dekat akan segera terkondisi.

“Masih ada sedikit miskomunikasi terkait skema ganti ruginya antara perusahaan dan warga. Mudah-mudahan ada solusi terbaik dari yang baik dapat kita sepakati,” jelas Agus membenarkan bahwa tuntutan warga meminta ganti rugi dengan barang elektronik yang baru, sementara dari managemen perusahaan berkesimpulan mengembalikan fungsinya seperti sedia kala barang seperti Tv dan kulkas masih dapat di service.

“Kalau reciver dan Lnb serta bohlam (Bola lampu_red) fix kita ganti baru. Yang jelas, kami dari perusahaan tetap bertanggung jawab atas masalah ini,” tutur Agus.(tom)

Komentar

BERITA LAINNYA