oleh

Program Resi Gudang Terus ‘Diobok-obok’

*Padahal Baru 3 Bulan
Babelpos.co  PANGKALPINANG – Terhitung sejak diluncurkan tanggal 22 November 2017 lalu atau setidaknya kurang dari tiga bulan program resi gudang berjalan sudah ‘diobok-obok’. Sejumlah pihak menilai pelaksanaan program ini belum maksimal.

Padahal, Dewan Rempah Bangka Belitung dan sejumlah instansi terkait di lingkungan pemerintah provinsi sudah menjalankan program ini sesuai rencana. Seiring menggelar sosialisasi, Dewan Rempah, Dinas Pertanian di kabupaten dan Dinas Pertanian Babel sedang memetakan daerah penghasil lada terbanyak.

loading...

Bayodandari Ketua Dewan Rempah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, seluruh penyuluh pertanian dikumpulkan untuk melakukan pendataan masyarakat petani yang mempunyai kebun dan bijih lada hasil panen.

“Insya Allah jika semua data telah terkumpul, kita akan menentukan strategi lain seperti bersilaturahmi dengan masyarakat untuk lebih mengenalkan program ini,” kata Bayo saat berkunjung di Ruang TKG, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (6/2/2018).

Dewan Rempah terus melakukan modifikasi strategi untuk menyukseskan program resi gudang. Bayo menjelaskan, evaluasi dilakukan seraya program berjalan. Salah satu contoh yakni, Bangka Belitung menggandeng bank syariah dalam pelaksanaan program ini.

Tentunya modifikasi sistem dilakukan dengan tidak melanggar aturan. Bayo memperkirakan sekitar pertengahan Februari ini semua data mengenai lada sudah masuk dan dapat diolah bersama Dinas Pertanian Bangka Belitung.

Komentar

BERITA LAINNYA