oleh

Politik, Rusip & Lempah Darat

Oleh : AHMADI SOFYAN – Penulis Buku / Pemerhati Sosial —

RUSIP tanpa dimasak dan dipanaskan (tak tersentuh api) Rasanya Udah Siip! Begitulah seharusnya DEMOKRASI. Sedangkan LEMPAH DARAT adalah simbol kreativitas dan kesederhanaan dan kearifan lokal para orangtua agar kita tidak LUPA DARATAN. Begitulah seharusnya KEKUASAAN.

loading...

—————–

RUSIP adalah lauk tambahan sebagai penambah nafsu makan yang dinikmati bersama lalapan sebagaimana sambel terasi, seperti pucuk ubi, jantung pisang, timun, kacang panjang, kacang butur, daun cekur, terong dan lain sebagainya. Rusip adalah salah satu kekayaan kuliner masyarakat Pulau Bangka yang patut dipertahankan dan dijadikan salah satu kuliner kebanggaan yang harus dikemas menarik seiring perkembangan zaman.

Rusip adalah fermentasi ikan bilis atau ikan teri. Dilihat sekilas kadangkala bagi sebagian orang cukup menjijikkan. Tapi ketika disajikan diatas meja dengan tambahan bumbu lain seperti cabe, bawang merah, serai, maka rasanya kian siip dan menjadi penambah nafsu makan bagi banyak orang. Kearifan lokal orangtua kita dulu dari kuliner yang dibuat ternyata penuh makna dan filosofi dalam kehidupan kita sekarang ini.

Sedangkan Lempah Darat adalah lauk berkuah yang sangat sederhana dengan hanya beberapa jenis bumbu. Tapi nikmatnya Allaaahu robbi… Bumbu Lempah Darat tidaklah sulit, sangat mudah didapatkan dari lingkungan sekitar atau kebun masing-masing. Hanya dengan belacan, garam, cabik kecit, yang menjadi bumbu dengan bahan dasar, bisa mentimun, katis, dan sedikit ditambah pucuk idat sebagai penyedap rasa ala masyarakat Pulau Bangka. Lempah darat sangatlah nikmat jika disantap bersama ikan asin. Ini adalah simbol kenikmatan dalam kesederhanaan masyarakat Pulau Bangka yang kaya akan alamnya.

Sajian kuliner yang berkarakter ini konon sudah ada sejak abad ke-17. Mengapa dinamakan lempah darat? Karena bahan-bahannya berasal dari daratan, walaupun garam tetaplah berasal dari laut, namun masyarakat Bangka memperoleh garam dengan cara membeli di warung tetangga. Lempah darat adalah simbol kreasi mengolah menu yang memiliki nilai kearifan lokal. Ia juga simbol dari masyarakat yang pandai bersyukur dalam kesederhanaan sehingga menjadi manusia yang tidak lupa daratan walau dalam kemewahan dan kekuasaan.

Komentar

BERITA LAINNYA