oleh

Pol PP Minta Pedagang Anggur Dekat Jembatan Selindung Stop Jualan

“Pedagang musiman ini dari Aceh dan terpaksa kita upaya paksa represif. Kita Beri waktu sampai hari ini. Anggur dari 7 pedagang tersebut melalui test kit Dinas Pangan Kabupaten Bangka terindikasi anggurnya menggunakan bahan pengawet formalin walaupun pedagang berdalih masih di ambang batas aman,” jelasnya.

Di singgung seperti apa tindaklanjut temuan awal untuk anggur yang diduga menggunakan bahan formalin itu, Suherman menyatakan apabila hendak dibuktikan harus dengan penelitian lebih lanjut. Mengenai harga yang dijual diakui memang lebih murah dari harga pasaran yang mana pedagang hanya menjual Rp 30.000 per kg, sementara di pasaran harga buah anggur mencapai Rp 60.000 per kg sampai Rp 70.000 per kg.

loading...

“Tadi pedagang juga kami beri tahu hasil test kit soal dugaan kandungan formalin pada anggur mereka, tapi mereka mengakui hal itu masih diambang batas. Jadi menurut mereka masih bisa untuk dijual namun tetap kita larang karena mereka pun berjalan mengganggu pengguna jalan,” tegasnya.

Pantauan Babel Pos di lapangan, tampak cukup banyak anggur yang dijual para pedagang asal Aceh ini. Posisi penjual berada di kiri dan kanan jalan raya Sungailiat Pangkalpinang dekat dengan jembatan Selindung. Pedagang menggelar lapaknya menggunakan kotak-kotak tempat buah yang tampak juga beberapa masyarakat singgah untuk membeli dagangan tersebut.(trh)

Komentar

BERITA LAINNYA