oleh

PMII Gelar FGD Lawan Radikalisme

PERGERAKAN Mahasiswa Islam Indoensia (PMII) menggelar Focus Group Discussion (FGD). Acara yang digelar di Hotel Aksi itu dihadiri 150 mahasiswa.

Kegiatan tersebut menyikapi tragedi bom Gereja di Surabaya, Selasa 29 mei 2018. Acara dibuka langsung oleh Drs. H. TARMIN, M.Si selaku kepala Kesbangpol Provinsi kepulauan Bangka Belitung di Hotel Aksi, yang bertemakan Merajut Kekeluargaan dalam Menjaga NKRI dari Gerakan Radikalisme dan Terorisme.

loading...

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi kepada stakeholder bahwa terorsime dan radikalisme adalah musuh bersama, dan secara bersama – sama untuk memeranginya.

Pemateri pertama disampaikan oleh Dr. Irawan M.S.I dosen IAIN SAS BABEL dan Nasrun Supardi M.A kajur dakwah IAIN SAS BABEL. Ketua Pelaksana kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Ludi Irawan mengungkapkan penyebaran paham radikalisme menyerang ke kaum intelektual, dan indeologi pancasila tidak perlu diganti lagi.

“World Trade Center (WTC) New York serangan terorisme menjadi babak baru isu global. Radikalisme dan terorisme tidak hanya menyerang masyarakat bawah, tetapi juga kaum inteletual. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah keputusan final, dan ideology pancasila tidak bisa diganti dengan ideology apapun,” ungkap Ketua PC PMII Bangka Masyadi.

Menurutnya, PMII akan menjadi garda terdepan dalam membentengi NKRI dan menebar Islam Rahmatan Lil’alamin. “PMII akan menjadi garda terdepan dalam menjaga dan membentengi NKRI dari gerakan radikalisme. PMII akan selalu menebar Islam Rahmatan Lil’alamin karena perbedaan adalah rahmat dan perlu untuk kita syukuri dan kita jaga,” pungkasnya. (rel)

Komentar

BERITA LAINNYA