oleh

PJU Jembatan Baturusa Masuk Pendampingan Kejaksaan

*Asdatun: Kita Tahu ..
PANGKALPINANG
– Ketidak beresan hasil proyek jembatan Baturusa yang mana lampu penerangan jalan (PJU) bertenaga surya (solar cell) tidak berfungsi itu ternyata masuk  salah satu pendampingan Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung. Asdatun Amir Syarifudin, kepada harian  ini kemarin sore  membenarkan itu semua.

“(Terkait padamnya PJU) ya saya  tahu dari media itu yang dikirim ada di youtube dan Babel Pos,” ucapnya kepada harian ini melalui sambungan telepon.

loading...

Dia enggan untuk menjelaskan persoalan tersebut sebab menurutnya itu adalah persoalan teknis pemasangan di lapangan. Baginya tanggung jawab pihak Datun hanya melakukan pendampingan hukum sebatas kontrak yang ada. “Kita kan pendampingan hukum tidak sejauh itu, kita hanya melihat kontraknya apakah sudah sesuai. Dan yang bisa menjelaskan itu (soal solar cell yang tak berfungsi.red) adalah tim teknisnya,” kata Amir enteng.

Disinggung soal tanggung jawab moral Kejaksaan sendiri kepada masyarakat atas proyek tersebut dia ogah mengomentari secara lugas. Dia tetap bersikukuh kalau pihaknya tak memiliki sangkut paut serta tanggung jawab atas ‘kondisi gelap gulita’ itu.  “Karena itu di luar kajian teknis hukum dari Kejaksaan. Itu masih masa  pemeliharaan, bila tak menyala ini yang mesti diperbaiki. Kalau soal perbaikan itu nanti langsung ke pihak Satker dan kontraktor karena itu teknis,” elaknya enteng.

“Kita mendampingi itu tidak sejauh itu, tetapi bila ada kendala di lapangan  seperti bencana kita akan membuat pendapat hukum. Atau itu yang kita beri kajian hukumnya seperti apa. Tetapi terkait seperti apa mereka membangun itu kan sesuai manajemen kontruksinya.  Selama pelaporanya sesuai dengan kontraknya dan tidak ada masalah,” tuturnya.

Komentar

BERITA LAINNYA