oleh

PIP Pantai Remodong Terus Menggila, Aparat Kapan Bertindak?

Babelpos.co  SUNGAILIAT – Terus bertambah jumlah Ponton Isap Produksi (PIP) ilegal di Pantai wisata laut Remodong membuat nelayan dan penggiat pariwisata semakin gelisah. Kondisi yang mengakibatkan nelayan semakin sulit untuk mencari ikan karena sudah dipenuhi ponton PIP ilegal, sementara potensi wisata rusak karena karang hancur dan air keruh akibat tambang.

Abu Hanif selaku Ketua Aliansi Masyarakat Pesisir dan Nelayan Bersatu menyatakan, tambang itu akhirnya berdampak pada penghasilan nelayan menurun. Sedangkan penggiat pariwisata juga mengeluhkan permasalahan tersebut dan resah dengan aktivitas ponton-ponton ilegal tersebut.

Loading...

“Karena sudah terkena dampak bagi mereka, air laut semakin kotor dan karang-karang jadi mati. Solar dan oli bekas bertebaran di laut dan pemandangan tidak enak, terlihat karena banyaknya asap dari aktivitas PIP ilegal, serta berisiknya suara gemuruh mesin yang memekakkan telinga,” tegas Hanif kepada Babel Pos, Rabu (22/5/2019).

“Kita berharap adanya penegakan hukum dari pihak yang berwajib, sebab maraknya aktivitas tambang ilegal tersebut dikarenakan adanya pembekingan oleh oknum aparat yang nakal, serta adanya pungutan liar (pungli) oleh oknum kelompok masyarakat yang mengkondisikan PIP ilegal tersebut sebesar Rp 5 ribu per kg bagi mereka yang bisa mengkondisikan PIP ilegal di laut pantai wisata Remodong itu. Kami mendapat isu itu dari yang berkembang di masyarakat,” bebernya.

Komentar

BERITA LAINNYA