oleh

Pidot Menyerah!

AKHIRNYA, H Supidi alias  Pidot  menyerahkan diri kepada Polda Bangka Belitung (Babel), kemarin siang. Seperti diketahui, Pidot  sendiri sempat kabur dalam penyergapan anggota Subdit 3  Rismsus atas  kepemilikan 7,8 ton pasir timah ilegal (21/2).
——–
WARGA Desa Lubuk Besar,  Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) dalam pelarianya sendiri sebetulnya sudah terendus petugas. Hanya saja pihak Polda lebih memilih jalan kooperatif pada tersangka.

Dikatakan Direskrimsus Kombes Mukti Juharsa, kalau  Pidot menyerahkan diri  ditemani pihak keluarga dan kepala desa setempat. “Dia sudah menyerahkan diri. Siang tadi ditemani keluarga dan kepala desa. Saat ini sudah ditahan,” kata  Mukti.

loading...

Seperti yang sudah diberitakan   anggota Subdit 3 Tipiter Ditreskrimsus Polda  Babel, di bawah pimpinan Kasubdit  AKBP Saptono berhasil melakukan penggeledahan dan penyitaan timbunan pasir timah  di sebuah gudang milik Pidot. Dalam penggeledahan tersebut sedikit alami kesulitan karena warga tidak terima mengingat Pidot sendiri bagi warga setempat adalah ‘pahlawan priuk nasi‘ mereka.

Dari pengepungan warga, Pidot akhirnya berhasil kabur.  Akibat pengepungan itu dan khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan akhirnya Kapolda Bangka Belitung, Brigjen Anton Wahono   turun tangan guna menenangkan warga.

Di antara pengungkapan ini petugas telah berhasil menyita barang bukti berupa:  timah basah 6.102 kg, teling Timah 1.684 kg,  1 timbangan balance, dokumen penjualan dan pembelian juga  1 mesin Robin. Barang-barang tersebut kini diamankan di Mapolda Bangka Belitung.(eza)

Komentar

BERITA LAINNYA