oleh

Perkara Lampu PJU Toboali Didalami Tim Tipikor Polda Babel, Slamet: Ada 8 Orang Dimintai Keterangan

“Kami sempat dipanggil Inspektorat Bangka Selatan. Indikasi awal pekerjaan tidak sesuai spek, dan kami minta dibuktikan dimana letak yang tidak sesuai spek itu, akhirnya mereka (Inspektorat) membentuk tim khusus dan melaporkan ke Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Polda Babel sehingga kami pun dipanggil dan semuanya kami jelaskan ke pihak Polda berikut dengan hasil pekerjaan”, jelas Rafiq.

Terkait hal itu, lanjutnya sehingga menjadi pertanyaan bagi PT Sehati Jaya kenapa kontrak kerja mereka diputuskan dan kenapa uang PHO (Jaminan_red) untuk pemeliharaan dicairkan sekitar 88,44 persen.

Loading...

loading...

“Setelah itu keluar lagi surat dari Inspektorat untuk pemotongan yang telah dibayarkan sebelumnya dengan dalih kesalahan teknis dalam penghitungan”, kata Rafiq menilai Pemkab Bangka Selatan mengeluarkan surat pemutusan kontrak kerja tanpa dasar sehingga hal tersebut menjadi pertanyaan bagi PT Sehati Jaya.

“Seharusnya PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pada kegiatan proyek itu jika apa yang kami kerjakan salah dan tidak sesuai kontrak kerja, mengeluarkan SP (Surat Peringatan) I, SP II dan SP III. Tapi itu tidak dijalankan oleh PPK, dan tentunya kami merasa tidak salah dalam hal ini, begitu pekerjaan selesai kontrak kerja langsung diputus, kami pun jadi bingung dimana letak salahnya itu, sedangkan uang jaminan kami dicairkan”, ujar Rafiq.

Menurut pihak Inspektorat, kata Rafiq, proses penyambungan kabel yang jadi masalahnya. Semestinya, saat sedang dalam pekerjaan penyambungan kabel tersebut PPK langsung memberitahukan.

“Dana yang belum dicairkan sekitar satu miliran lebih. Saat kami survey ke lapangan bersama Inspektorat, memang ada kabel yang keluar dan itu tidak pernah ditegur oleh pengawas termasuk PPK, malahan menyarankan kami untuk kerja terus”, pungkas Rafiq.(tom)

Komentar

BERITA LAINNYA