oleh

Perkara Lampu PJU Toboali Didalami Tim Tipikor Polda Babel, Slamet: Ada 8 Orang Dimintai Keterangan

Proyek yang dikerjakan oleh PT Sehati Jaya itu dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.898.362.000 bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bangka Selatan.

“Coba konfirmasi saja ke Inspektorat Bangka Selatan. Kalau masalah tidak ada lagi, bahkan saya juga sudah dipanggil oleh Inspektorat Bangka Selatan”, ujar Edi menambahkan proyek pemasangan jaringan instalasi lampu PJU yang dikerjakan perusahaannya itu, awalnya dibayar oleh Pemkab Basel sebesar 60 persen sesuai progres pekerjaan sehingga masih tersisa 40 persen yang belum dibayarkan oleh Pemkab Basel.

loading...

“Intinya tidak ada yang salah di spek. Salahnya itu ada di perencanaan. Memang ada sedikit gangguan pada sambungan kabel di Jalan Jendral Sudirman yang seharusnya permega wat I Kwh, sesuai hitungan kalau menurut Akli (Asosiasi kontraktor listrik) dan tidak boleh 2 Kwh karena arus listrik saling tarik menarik”, jelas Edi.

Menurut Edi, lampu PJU yang mereka kerjakan itu tidak hidup alias tidak menyala dikarenakan kekurangan daya. Hal tersebut, kata Edi, akibat salahnya perencanaan Pemkab dari awal. Bahkan diagram gambar kontruksi kerja pun tidak ada sama sekali sebagai panduan untuk pelaksanaan pekerjaan.

“Lampu tidak hidup karena daya kurang. Bisa hidup. Tapi tidak bisa bertahan lama. Salahnya perencanaan dari awalnya. Pemda yang salah, diagram gambar kontruksi kerja tidak ada, kami tidak punya gambar kontruksi kerja sebagai panduan”, tutur Edi.

Terpisah, kuasa hukum PT Sehati Jaya dari kantor PK2H Bangka Belitung, Rafiqkhan Illahi, mengaku sempat dipanggil oleh pihak Polda Babel dan Inspektorat Basel terkait permasalahan pada kegiatan proyek pemasangan jaringan instalasi lampu PJU tersebut.

Komentar

BERITA LAINNYA