oleh

Perkara Lampu PJU Toboali Didalami Tim Tipikor Polda Babel, Slamet: Ada 8 Orang Dimintai Keterangan

“Surat yang kita terima dari Inspekorat itu akan kita pelajari. Kita sudah turun ke lapangan mengecek fisik atas kegiatan proyek itu. Tapi, itu belum bisa kita sampaikan karena masih proses penyelidikan”, ujar Slamet.

Diberitakan sebelummya kegiatan proyek pemasangan jaringan instalasi lampu PJU yang dikerjakan oleh PT Sehati Jaya, diketahui tidak sesuai standar dan tidak sesuai kontrak kerja. Hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan khusus yang dilakukan oleh tim Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Basel atas permintaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perhubungan (PUPRHUB).

Loading...

loading...

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Sehati Jaya dengan nilai kontrak Rp 2.898.362.000 dan realisasi keuangan sebesar Rp 1.739.017.200, dengan uang muka senilai Rp 579.672.400 ditambah termin pertama Rp 1.159.344.800. Pemasangan jaringan instalasi PJU dikelompokkan dalam tiga lokasi, meliputi Jalan Jendral Sudirman, Jalan Jendral Ahmad Yani, Desa Gadung termasuk kantor Polres dan Rumah Sakit Umum (RSU), komplek perkantoran mulai dari Simpang Tiga Kejaksaan Negeri (Kejari) hingga kantor DPRD, pemukiman penduduk di tiga Kelurahan Kecamatan Toboali (Tanjung Ketapang, Teladan dan Toboali) termasuk yang terpasang di Desa Pongok dan Desa Celagen, Kecamatan Kepulauan Pongok.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, bahwa seluruh biaya atas pengadaan kabel NYY tipe 4 kali 16 sepanjang 6.541 meter dan biaya pemasangan, penyambungan dan penanaman kabel tersebut tidak dapat diterima, tidak diakui oleh tim audit. Karena penyambungan kabel bawah tanah serta kedalaman penanaman kabel dibawah tanah tidak sesuai standar dan tidak sesuai kontrak serta tidak mempertimbangkan faktor keamanan dan kehandalan pekerjaannya atas risiko kebocoran arus listrik”, kata Kepala Pelaksana tugas (Plt) Inspektorat Pemkab Bangka Selatan, Marpaung.

Komentar

BERITA LAINNYA