oleh

Perang di Pilpres Akan Terbuka Lagi

APAPUN dan bagaimanapun, jika Pemilihan Presiden/Wapres termasuk Pilkada hanya diikuti 2 kontestan, maka perang terbuka pasti terjadi.

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup —

loading...

GARISBAWAHILAH, dengan hanya munculnya 2 pasangan Capres/Cawapres ini, berarti pula perang pencitraan diri, perang kampanye hitam, perang sisi positif dan negatif masing-masing pasangan akan sangat terbuka kalau tidak boleh dikatakan vulgar.

Adanya Deklarasi Kampanye Damai yang digelar di Jakarta kemarin, bisa jadi itu untuk meminimalisir ‘perang’ yang akan ada. Tapi, apakah efektif atau tidak, waktulah yang akan menjawabnya. Dan biasanya, jawabannya adalah biasa… karena Deklarasi Damai juga sudah biasa, hanya dianggap sebagai seremoni biasa… Berikutnya kalau situasi sedikit memanas, itu juga harap maklum, karena sudah biasa….

Lihatlah nanti –boleh juga mulai saat ini–, ketika tim dari salah satu kandidat mengemukakan tentang suatu persoalan, sudah dapat dipastikan persoalan itu akan menyerang –menyindir boleh juga– ke arah lawan politik satunya. Tidak bisa tidak, karena itu satu-satunya lawan. Dan tentunya ini menjadi tontonan rakyat. Sindir menyindir, baik lewat gaya sastra atau lewat bahasa yang sarkastis, bisa dipastikan tetap mengarah ke lawan yang cuma satu-satunya.

Ingat! Jika kondisi ini dipertontonkan, maka masyarakat tentunya lama-lama akan jenuh juga.
Oh ya bagaimana dengan Media? Semoga tidak? Tapi nanti –boleh juga mulai saat ini– Kita dapat melihat misalnya melalui media televisi. Ada stasiun TV yang lebih banyak menonjolkan pasangan tertentu saja. Sementara pasangan lawannya hanya mendapat porsi lebih sedikit, dan kadang itu sisi negatifnya.

Komentar

BERITA LAINNYA