oleh

Peradi Soal ‘Retak Rambut’ Bendungan Mentukul

*Harus Jadi Perhatian Penegak Hukum
*Taufik: Belum Apa-apa Sudah Retak, Bagaimana Jangka Panjang?
*PPK Proyek Minta Babel Pos Beritakan yang Positif Saja
TERJADINYA keretakan di sana-sini pada proyek bendungan Mentukul Desa Rias Toboali, Bangka Selatan (Basel) yang menurut pihak kontraktornya, –tergolong retak rambut– disorot Ketua Peradi Babel, Taufik Koriyanto. Meskipun proyek itu masih tahap finishing dan akan ada masa pemeliharaan, namun tetap harus menjadi perhatian penegak hukum.

—————————–

loading...

SOALNYA, proyek yang menelan biaya besar dari uang rakyat Rp.57.870.810.000 itu mempunyai nilai manfaat yang sangat tinggi bagi warga.

“Tidak hanya itu, keberadaan bendungan sangat vital untuk ketahanan pangan masa depan daerah ini. Jadi tak ada toleransi terkait proyek bendungan yang belum apa-apa saja sudah alami retak-retak,” kata Taufik.

Menurut Taufik keretakan awal tersebut dugaan pertanda rendahnya mutu proyek. Jadi proyek tersebut diduga kuat tak akan sanggup berumur panjang. “Kalau kita nilai proyek tersebut bermutu rendah dan tak berumur panjang dipastikan pihak kontraktor membantah. Tetapi dipastikan kalau sudah retak sedari awal seperti itu, ujung-ujungnya dipastikan akan tambal sulam seperti yang ada saat ini,” ujarnya.

Mutu tinggi terhadap proyek bendungan menjadi tuntutan sebab tekanan air terutama di musim hujan sangat besar. Petani juga berharap besar dengan lancarnya pengairan dari bendungan dan tidak merugikan pertanian. “Proyek bendungan itu kalau dikerjakan asal-asalan dan mutu rendah dipastikan mudah rusak minimal retak sana sini. Belum lagi musim hujan seperti saat ini, tinggal kita lihat bersama apakah ujung-ujungnya akan tambal sulam lagi,” singgung pengacara yang dikenal vokal ini.

Komentar

BERITA LAINNYA