oleh

Penyidik Sasar Pokja & PT Dela

*Kapolda: Proyek IAIN SAS Ada Supervisi KPK
Babelpos.co  PANGKALPINANG – Kapolda Bangka Belitung, Brigjen Syaiful Zachri, membantah lambanya penyidikan terhadap 2 mega proyek gedung yang dimiliki Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) yang kini berubah menjadi Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurahman Siddik (IAIN SAS) Bangka. Dikatakan Syaiful Zachri penyidikan masih terus berlangsung. Dimana penyidik terus memanggil pihak-pihak terkait yakni pejabat IAIN SAS dan pihak perusahaan. “Tidak (tidak lamban.red), masih dalam pemeriksaan semuanya. Saya mantau terus, bahkan itu nampaknya ada supervisi KPK,” kata Syaiful Zachri kepada harian ini kemarin usai mengisi dialog silaturahmi dengan media, tokoh masyarakat, LSM, Parpol dan Kampus.

Dikatakan Syaiful Zachri dalam penanganan perkara korupsi memang tidak bisa secepat kilat. Tetapi butuh waktu terutama terkait dengan penghitungan kerugian negara. “Biasanya yang lamban itu untuk penghitungan berapa besar kerugian negaranya. Biasanya itu dari BPK ataupun BPKP. Kita harus ada penghitungan kerugian negaranya,” ucap jenderal bintang satu.

loading...

Sementara itu terkait perkembangan penyidikan mega proyek bersumber pembiayaan dari surat berharga syariah negara (SBSN) 2 tahun berturut-turut yakni 2017 dan 2018. Masing-masing proyek pembangunan gedung kuliah terpadu jilid pertama (2017) senilai Rp 27 milyar dan jilid ke 2 (2018) senilai Rp 35 milyar selain pemeriksaan terhadap KPA yakni rektor Zayadi juga telah menyisir pemeriksaan terhadap Pokja dan konsultan perencana PT Dela Sonta.

“Pihak perusahaan perencana kita mintai keterangan diantaranya soal perencanaan gedung. Begitu juga dengan Pokja selaku pihak yang menunjuk pemenang perusahaan tersebut. Kita juga memanggil ahli terkait dengan kualitas gedung tersebut,” ungkap Kasubdit Tipikor Direskrimsus, AKBP Slamet Adypurnomo, beberapa waktu lalu.

Seluruh anggota Pokja menurutnya dalam waktu dekat akan diperiksa semua. Hal ini penting terutama terkait dengan peran masing-masing terkait dengan pemenangan perusahaan tersebut di awal proyek. “Masih panjang perjalananya, semua pihak pasti kita periksa. Terkait apa hasilnya masih dalam pendalaman semuanya,” ucapnya.

Terkait dengan konsultan sendiri lanjutnya, penyidik lebih berfokus terhadap detail perencanaan bangunan. Misalnya gambar kontrak yang jelas ada tidaknya perbedaan antar gambar rencana dengan kondisi di lapangan. “Selain itu dalam hal spesifikasi bangunan kita juga minta keteranganya dengan detail. Kita juga dibantu ahli independen yang kita datangkan,” sebutnya.(eza)

Komentar

BERITA LAINNYA