oleh

Pentingnya Keterbukaan dan Penguatan Intelektualitas di Komunitas Asia

PANGKALPINANG – Kasus penembakan brutal yang menewaskan kurang lebih 50 orang muslim saat sedang melaksanakan sholat Jumat di 2 mesjid besar di Kota New Zeland Selandia Baru sepekan yang lalu memang seharusnya menjadi pelajaran yang mahal bagi semua orang.

Manusia harus semakin memahami dan sadar bahwa sebenarnya agama itu tidak emosional, tetapi justru mampu dibangun dengan kesadaran yang kuat.

loading...

Orang-orang perlu banyak membaca dan banyak bersentuhan dengan peradaban-peradaban luar. Jangan sampai sebab-sebab emosional pribadi ikut merugikan dan menghancurkan orang lain seperti yang dilakukan teroris anti Islam di New Zeland tersebut.

Hal ini lah yang mendorong Pakar Peneliti Sejarah dan Peradaban Islam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rusydi Sulaiman yang hadir sebagai dosen dalam memberikan kuliah kepada para ratusan mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) peserta Program Kelas Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UBB One Asia Foundation pekan ke-7 yang berlangsung di Hotel Bumi Asih, Jumat (22/03).

Rusdy Sulaiman yang juga merupakan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan IAIN SAS Babel memberikan kuliah tentang ‘Middle East Civilization Between Politics and Culture’ atau Peradaban Timur Tengah Antara Politik dan Budaya.

Menurutnya, banyak fenomena gerakan Islam di Indonesia yang memang dipengaruhi oleh peradaban timur tengah, khususnya Mesir. Oleh karena itu, untuk memahami dengan baik tentang konteks peradaban Islam yang semakin lebih luas, maka haruslah dituntun dengan banyak membaca dan bersentuhan dengan peradaban-peradaban luar sehingga ini akan menjadikan sebagai masyarakat yang terbuka.

Komentar

BERITA LAINNYA