oleh

Penambang Tanjung Ratu Resah, Dimintai Setoran Rp 500 Ribu/Ponton

Babelpos.co /SUNGAILIAT – Belum selesai diuber-uber aparat karena menambang tanpa izin yang sah, para penambang di Pesisir Pantai Tanjung Ratu Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat kembali harus merasa ketidaknyamanan. Beberapa penambang mengaku dimintai uang Rp 500 ribu per ponton oleh oknum yang disebut Panitia Penambangan di Tanjung Ratu.

Informasi ini didapatkan langsung dari belasan penambang Tanjung Ratu yang menemui wartawan Selasa (1/11) malam lalu. Penambang mengaku keberatan dengan adanya pungutan tersebut karena selama ini cukup banyak pungutan pada lokasi yang sempat disebut Hutan Lindung Pantai (HLP) namun belakangan dikatakan juga Area Penggunaan Lain.

Loading...

loading...

“Kami diminta lima ratus ribu per ponton oleh Sr (inisial oknum yang meminta) lewat SMS. Katanya untuk uang koordinasi bila ingin bergabung di bawah bendera mitra PT. Timah,” kata salah penambang yang minta identitasnya dirahasiakan karena menyangkut keamanan dirinya.

Pernyataan tersebut dibenarkan rekan-rekannya yang lain. Diakui mereka memang ada beberapa orang yang menjadi panitia penambangan di Tanjung Ratu dan sempat dibuatkan berita acara pasca penertiban oleh Polres Bangka beberapa waktu lalu. Uang itu diminta dengan dalih sebagai sumbangsih untuk berada dibawah naungan mitra PT. Timah Tbk. Hanya saja penambang mengetahui sampai sekarang belum ada satupun PT. Timah menunjuk mitranya untuk mengelola kawasan tambang itu.

“Sms-nya baru malam ini la(lusa malam lalu). Yang smsnya Sr. Batasnya jam 8 pagi (jam 8 pagi kemarin), kami dak mau memberinya, keberatan,” tandasnya.

Komentar

BERITA LAINNYA