oleh

Pemilu, Jangan Sibuk 1 Hari, Lupa 5 Tahun

PANGKALPINANG – Guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Purwo Santoso menyatakan, saat ini masyarakat bebas mengakses informasi yang terkadang tidak akurat sehingga membuat kondisi semakin memburuk.

“Sama halnya misalnya dulu kita sering melihat di televisi ada game yang saling memberikan informasi dari telinga ke telinga lainnya. Sehingga ketika rantai komunikasi semakin jauh dari sumbernya tak ayal informasi dan komunikasi ujung yang terima adalah, distorsinya yang paling parah,” ujar Purwo saat ditemui Babel Pos usai menjadi dosen tamu dalam program Kelas Internasional FISIP UBB dan One Asia Foundation 2019 yang berlangsung di Gedung OR Tudung Saji Kantor Walikota Pangkalpinang, Jumat (15/03).

loading...

Demikian juga menjelang pemilu 2019. Karenanya Purwo mengaku mengajak semua komponen masyarakat Indonesia untuk selau mampu menggunakan akal sehatnya sehingga bisa berfikir dengan baik dan jernih. Karena pemilu bukan lah soal hidup mati apalagi soal kiamat , tetapi hanya rutinitas memilih orang yang tidak bisa menyulap langsung mewujudkan apa yang dijanjikan.

“Akal sehat yang kedua adalah bahwa yang penting itu sebenarnya bukan hanya menyangkut siapa sosok orangnya yang akan kita pilih, lalu kemudian kita menjelekkan yang lain. Padahal siapa pun yang nanti terpilih yang jelas masyarakat harus tetap mengawalnya untuk bisa melakukan yang terbaik, sehingga urusan para pemilih khususnya bukan dihari pemilunya tetapi mengawal agar tidak melenceng setelah mereka terpilih. Jadi jangan sampai ada 5 tahun yang kita lupakan, lalu kita sibuk dalam satu hari,” ujarnya. (lya)

Komentar

BERITA LAINNYA