oleh

Pemilu Itu…

Seharusnya ajang kampanye itu menjadi wadah orang semakin mencintai NKRI, semakin paham makna demokrasi, semakin tumbuh tali silaturrahmi, semakin memahami apa tugas Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Kampanye itu mendorong masyarakat untuk kian dewasa dalam perbedaan dan memberikan inspirasi baru bagi generasi muda. Setiap masa kampanye itu seharusnya memberikan nilai positif dan menjadi ajang untuk bercanda ria langsung bersama rakyat bukan menjual ketegangan ditengah kerumunan dan perkampungan.

Kampanye itu adalah salah satu bagian dari demokrasi. Oleh karenanya haruslah dipahami bahwa kampanye itu memberi nilai untuk demokrasi agar semakin membaik setiap perhelatannya, bukan semakin memburuk. Kampanye itu harusnya tak banyak menghabiskan dana sehingga ketika terpilih tak berpikir balik modal dan kalau tak terpilih “dak ngiret kaleng” (gila) akibat kehabisan modal.

Seharusnya, setiap orang yang ikut dalam Pemilu (Caleg) hendaknya memahami secara mendalam makna berbangsa dan bernegara, makna perbedaan, makna Pemilu dilaksanakan serta makna dari demokrasi yang dihelat. Harusnya penyelenggara Pemilu diberikan pemahaman mendalam mengenai netralitas dan kualitas Pemilu yang mereka laksanakan. Harusnya dan wajib, setiap pribadi aparat hukum berada ditengah-tengah masyarakat memberikan perlindungan kepada semua orang, tidak condong kekiri dan kekanan, tidak mengintimidasi karena pilihan dan bertindak adil dalam bersikap dan memutuskan.

Seharusnya, rakyat harus semakin didewasakan dalam berdemokrasi sehingga memilih adalah kewajiban bagi setiap warga negara yang baik dan memilih adalah kemerdekaan dalam setiap pribadi, bukan karena intimidasi atau karena oleh-oleh (pemberian) dari para “penggila kekuasaan”.

Komentar

BERITA LAINNYA