oleh

Pemilu Itu…

Pemilu & Kemerdekaan
73 TAHUN Indonesia tercinta merdeka setelah ratusan tahun kita dijajah oleh bangsa asing yang bekerjasama dengan pengkhianat negeri. 73 tahun Indonesia tercinta merdeka, artinya mayoritas rakyat Indonesia sekarang ini lahir dalam suasana Indonesia sudah menikmati kemerdekaan.

Seringkali saya ungkapkan bahwa menikmati kemerdekaan hendaknya harus utuh bahkan dalam berdemokrasi yakni dalam memilih saat Pemilu. Jangan sampai kemerdekaan pribadi direnggut oleh kain sarung, mukena, jilbab, souvenir kampanye, sandal jepit, kaos dan uang yang nilainya hanya seratus atau dua ratusan ribu per-kepala.

loading...

Bertahun-tahun pasca reformasi, kemerdekaan rakyat dalam demokrasi seringkali direnggut tanpa rakyat sadari, bahkan kadangkala negara pun tak menyadari. Memilih karena pemberian dan memilih karena intimidasi harus memilih A B atau C, maka itu adalah bentuk penjajahan kemerdekaan warga negara yang sudah merdeka.

Ketika Pemilu tidak dibangun oleh dasar kemerdekaan, maka pastilah hasilnya adalah penjajahan berkelanjutan. Pada akhirnya pengelola negara pun ketika diberi amanah jauh dari kemerdekaan karena dikerangkengi kepentingan balik layar, bahkan negara sekalipun menjadi tidak berdaulat. Oleh karenanya para peserta Pemilu hendaknya menyadari betul apa makna dalam berdemokrasi melalui Pemilu ini. Apakah kekuasaan itu adalah tujuan mutlak? Tujuan akhir? Atau apakah Pemilu itu adalah jalan yang memberikan pendidikan demokrasi yang sehat? Atau nggak ada makna sama sekali kecuali ajang menghabiskan uang negara dan perebutan kekuasaan semata? Wallahu ‘alam….

Kampanye & Pendidikan Demokrasi
KAMPANYE itu adalah mencari simpati dan simpati itu bisa tumbuh dari performance pribadi, background kehidupan, keturunan, program dan sebagainya. Kampanye itu bukanlah mengerahkan kekuatan uang yang berlebihan, mengancam, mengintimidasi, menyuarakan kebencian, menghasut dan memfitnah.

Komentar

BERITA LAINNYA