oleh

Pemeriksaan 4 Tersangka Pipa Ditunda, 3 Luar Kota, 1 Sakit Jantung

Babelpos.co  PANGKALPINANG – Penyidik Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Babel) menunda pemeriksaan terhadap empat tersangka dugaan kasus korupsi proyek instalasi dan rehabilitasi pipa transmisi kolong Merawang, Kabupaten Bangka kemarin siang. Hal ini dikarenakan para tersangka sedang berada di luar kota. Ketidakhadiran tersebut disampaikan langsung oleh tim penasehat hukum yang diketuai, Ghandi Arius kepada tim penyidik.

“Ketiga orang tersangka saat ini sedang berada di luar kota ada pekerjaan, satu orang tersangka yakni Yudas alias Aloy sakit jantung. Ini disampaikan langsung oleh penasehat hukumnya kepada kita,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus, Eddi Ermawan melalui Kepala Seksi Penyidikan, Wilman Ernaldy kepada harian ini kemarin (9/8).

loading...

Dikatakan Wilman, pemeriksaan awalnya akan dilakukan seminggu yang lalu. Tetapi, tim penyidik ada kegiatan, maka pemeriksaan ditunda. “Tetapi giliran para tersangka yang tak bisa. Makanya pemeriksaan akan kita jadwal ulang minggu depan,” ujarnya Wilman.

Dikatakan Wilman, kasus pipa Merawang merupakan produk penyidikan yang harus segera dituntaskan guna memperoleh kepastian hukum. “Ini kasus menjadi prioritas untuk cepat dituntaskan. Apalagi kasus ini sudah ada penetapan tersangka,” tegasnya.

Melalui sprintdik nomor 466/N.9/Fd.1/08/2017 pihak Kejaksaan Tinggi semasa Kajati Happy Hadiastuty telah menetapkan tersangka masing-masing: Abdul Roni (KPA), Mulyanto (PPK) dan 2 kontraktor Yudas alias Aloy dan Pepen. Dalam ekspos atas proyek milik satker pelaksanaan jaringan pemanfaatan air (PJPA), Kementrian Pekerjaan Umum, biaya Rp 5 milyar bersumber APBN tahun 2016 berhasil menemukan dugaan kuat adanya kesalahan proyek sedari awal perencanaan.

Fakta di lapangan juga ditemukan kalau pipa-pipa bocor serta mesin-mesin rusak. Penyidik akhirnya berkesimpulan kerugian proyek tersebut adalah total lost. (eza)

Komentar

BERITA LAINNYA