oleh

Pemda Bangka Bantah Usir Penghuni Asrama Isba Jogja

Babelpos.co SUNGAILIAT – Penataan aset Pemkab Bangka yang berada diluar khususnya Asrama Isba Yogjakarta menuai pro kontra pasca keluarnya surat Bupati Bangka. Surat yang bernada penataan dan meminta pengosongan asrama tersebut disebut Bupati Bangka sebagai langkah penataan asrama yang tidak tertata belakangan ini.

Bupati Bangka Mulkan mengatakan selaku pihak pemerintahan Pemda Bangka dalam hal ini akan melakukan transparansi terhadap masyarakat dalam penataan aset. Untuk asrama mahasiswa saat ini Pemda Bangka memiliki asrama Isba masing-masing 1 unit di Jakarta, Bogor dan Jakarta, sebanyak 3 unit di Palembang dan 2 unit di Bandung.

loading...

“Kami harus terbuka ke masyarakat karena ini menyangkut harta kekayaan daerah kita. Ini milik masyarakat bukan milik seorang bupati, DPRD, atau OPD. Ini harus kita selamatkan dan aset ini harus dipertanggungjawabkan karena menyangkut kekayaan daerah,” kata Mulkan dalam konferensi pers di kantor Bupati Bangka, Selasa (6/11/2018)

Dia menerangkan, secara legalitas Pemda Bangka memiliki hak dalam mengelola aset tersebut, sehingga penataan perlu dilakukan supaya keadaan asrama Isba Jogja lebih tepat guna. Ia melihat pengelolaan asrama Isma belum sepenuhnya bagus sehingga harus ada manajemen agar aset itu teratur dan terurus.

“Jadi kalau ada pengurus di lapangan ada laporan ke bagian aset per 3 bulan bagaimana kondisi aset di sana. Siapa yang jadi penghuni di sana, anak siapa, dari Kabupaten lain berapa. Ini punya daerah kita, aneh kalau kita tidak tau siapa yang diam di sana,” tegasnya.

“Kami tidak ada niat mengusir mahasiswa mahasiswi di sana. Kemarin itu bahasa surat, bahasa teknis. Mungkin dari yang membaca asumsinya lain bahwa pengosongan itu dianggap pengusiran. Pengosongan itu kita ingin menata kembali. Kalau tidak dikosongin kita tidak tau penghuni di sana,” lanjutnya.

Komentar

BERITA LAINNYA