oleh

Pembangunan Generik Tak Picu Ekonomi Babel

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Babel —

”SEBAGIAN besar Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia mayoritas hanya melaksanakan Program Pembangunan Generik. Ialah program pembangunan nasional yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Padahal, ekonomi suatu daerah akan tumbuh cepat apabila adanya inovasi dan improvisasi Pemda setempat untuk memakmurkan dan mensejahterakan rakyatnya. Karenanya Pemda hanya sibuk dengan mengelola anggaran dan kegiatan rutinitas yang membosankan. Karena inovasi dan improvisasi dianggap sesuatu yang menakutkan. Takut gagal dan takut salah. Pemda Babel termasuk kategori ini.”

loading...

———————

PELAYANAN kesehatan gratis bagi rakyat. Pelaksanaan BPJS, pelayanan rumah sakit dan dokter gratis. Sekolah tidak bayar alias gratis. Intensifikasi bagi ekonomi kecil. Pembangunan rumah bagi si miskin. Peningkatan peran pemuda dan olahraga. Efisiensi dan debirokratisasi dan sebagainya. Down Payment (DP) Rp 0,- untuk perumahan rakyat. Pelestarian hutan dan maksimalisasi penggunaan kekayaan alam lainnya. Itu semua telah menjadi program pembangunan Pemerintah Pusat yang kemudian mewajibkan Pemda di seluruh Indonesia untuk melaksanakannya dengan baik dan konsekuen. Anggaran pun, tidak tinggal menyusun laporan pelaksanaan berdasar juknis (petunjuk teknis) dan juklak (petunjuk pelaksanaan) yang telah diatur kementerian yang diturunkan ke dinas terkait.

Itu adalah program pembangunan generik namanya. Untuk melaksanakan program generik ini, PNS (pegawai negeri sipil) di setiap Pemda Kabupaten dan Kota serta PNS pada Pemda Pemprov Babel sudah mahir melaksanakannya. Mereka tidak membutuhkan bupati atau gubernur seorang doktor. Tukang becak saja disuruh jadi bupati dan gubernur, cukup sekedar tukang teken dan stempel surat-surat yang diminta yang semua sudah disiapkan PNS tersebut. Babel untuk sekedar melaksanakan program generik tidak memerlukan orang pintar dan sekolah tinggi untuk menjadi pemimpin. Karena melaksanakan program pembangunan yang sudah didesain oleh pemerintah pusat amat detail pelaksanaannya dan sistemik sehingga tidak memberikan peluang sedikit untuk daerah untuk berimprovisasi kecuali hanya sekedar menyesuaikan dengan kondisi lapangan suatu daerah.

Padahal Babel tidak diciptakan menjadi provinsi tukang stempel. Program generik, tidak akan memicu pertumbuhan ekonomi Babel secara signifikan. Jika pertumbuhan ekonomi nasional sekarang di luar dugaan pemerintah sedikit mengalami penurunan atau diluar prediksi, maka Babel tak akan mungkin melebihi pertumbuhan ekonomi nasional jika program pembangunan ekonomi di Babel dominan dengan program generik tadi. Karena pemerintah pusat dengan program yang sama juga tak mampu mendongkrak pertumbuhan di atas 5,4% pada tahun ini. Hal itu diungkap oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution minggu lalu. Hal ini dipicu dengan adanya stigma tahun politik, sehingga potensi bangsa yang ada akan tersedot ke dunia politik. Situasi politik menjelang Pilpres (Pemilihan Presiden) berbarengan Pileg (Pemilihan Legislatif) 2019 ini, akan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Secara otomatis pula pertumbuhan ekonomi di Babel juga akan berpengaruh. Jika melihat perkembangan yang ada berdasarkan indikator di Babel, pertumbuhan ekonomi di Babel akan tidak akan melewati angka 5%.

Komentar

BERITA LAINNYA