oleh

Pembahasan R-APBD Babel 2020, OPD Tak Siap, Diusir

*Rasionalisasi untuk Tekan Defisit
PANGKALPINANG – Dua hari kemarin, DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel sedang sibuk-sibuknya menyelesaikan pembahasan Rancangan APBD 2020 untuk disahkan pada 23 September mendatang. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku mitra masing-masing komisi pun terlihat silih berganti menunggu giliran pembahasan masing-masing program dan kegiatannya di tahun depan.

Pembahasan dilakukan sejak pagi hingga menjelang magrib. Beberapa hal yang menarik perhatian, yakni dewan tak segan mengusir OPD yang dinilai belum siap untuk membahas bersama program kegiatannya yang diajukan di RAPBD Babel 2020. Contohnya, terjadi di Komisi III DPRD Babel. Hal itu diakui langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Babel, Dedi Wijaya. Pihaknya terpaksa mengusir keluar OPD yang bersangkutan karena tak dihadiri langsung oleh kepala dinasnya hingga belum siapnya Rencana Kegiatan Anggaran (RKA).

Loading...

“Benar kita minta untuk keluar dari ruangan, tapi kita panggil lagi ketika semua sudah siap dan kepala dinasnya juga hadir saat pembahasan tersebut. Tadi yang kita usir ada dari Dinas ESDM,” katanya.

Lain halnya yang terjadi di Komisi IV DPRD Babel. Pembahasan alot ketika ada temuan tentang program kegiatan yang dianggap para wakil rakyat belum perlu dilakukan hingga terancam rasionalisasi guna menekan angka defisit anggaran 2020. Ketua Komisi IV DPRD Babel Tanwin mengatakan, rasionalisasi ini ada di Dinas Pendidikan (Disdik) Babel yang mengajukan anggaran sebesar Rp400 miliar lebih.

Komentar

BERITA LAINNYA