oleh

PBNU: Kalimat Tauhid di Bendera Hukumnya Makruh, MUI Balas Begini

PEMBAKARAN bendera di Garut Jawa Barat menui pro kontra di masyarakat. Bahkan para alim ulama dan ormas Islam beda pendapat terkait bendera yang dibakar tersebut.

Sebagian kalangan berpendapat bahwa bendera yang dibakar merupakan bendera kalimat tauhid. Sebagiannya lagi menyatakan bendera Hizbut Tahir Indonesia (HTI).

loading...

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa bendera yang dibakar merupakan bendera kalimat tauhid karena di bendera tersebut tidak ada tulisan HTI.

Sementara GP Ansor dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan bahwa bendera yang dibakar adalah bendera HTI.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Said Aqil Siroj menyatakan, kalimat tauhid seharusnya tidak dituliskan di bendera atau media lain seperti tembok dan kain.

Menurut Kiai Said, mayoritas ulama besar sejak dahulu sudah melarang menuliskan kalimat Allah, tauhid dan Alquran di media seperti bendera dan tembok.

“Empat imam mazhab sepakat menyebut makruh hukumnya menulis kalimat tauhid di bendera, bahkan sebagian haram,” kata dia di kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, seperti dilansir JPNN (Grup Jawa Pos Babelpos.co/Pojoksatu.id).

Di depan awak media Said membacakan kitab-kitab para ulama tentang makruhnya menulis kalimat tauhid di bendera. “Makruh karena ulama khawatir, kalimat ini tidak dihormati dan direndahkan,” sambung Kiyai Said, Rabu (24/10/2018)

Komentar

BERITA LAINNYA