oleh

Pangkalpinang: Walikota Baru & Pengantin Baru

Oleh: AHMADI SOPYAN – Penulis Buku / Pemerhati Sosial

“Pangkalpinang ne lubuknya kecil, tapi buaya e bekaet kitok, dan mun dak de agik yang kek digigit, biase e kitok kawan yang digigit”

loading...

————

KALIMAT diatas adalah bentuk nasehat agar kewaspadaan dan kehati-hatian dalam memimpin ini pernah saya dengar dari mulut Walikota Pangkalpinang periode 2003 – 2008 dan 2008 – 2013, Zulkarnain Karim (Pak ZUl) kala itu beliau masih menjabat sebagai orang nomor 1 di Kota Pangkalpinang. Saya banyak berguru langsung dengan Pak Zul selama beberapa tahun hingga beliau menderita sakit pun saya masih berguru sambil menunggu dan melayani beliau dalam kondisi sakit.

***
KEMAREN, (Kamis 15 November 2018), setelah sekian lama Kota Pangkalpinang tanpa dipimpin oleh Walikota yang dipilih langsung oleh rakyat, akhirnya resmi Maulana Akli (Molen) berpasangan dengan Wakil Walikota lama, Muhammad Sopian memimpin Kota yang kita cintai ini untuk periode 2018 – 2023.

Menjadi pemimpin di era demokrasi yang cenderung kebablasan ini bukanlah perkara mudah. Ia membutuhkan kemampuan yang komplit, berani, tegas, dan mampu mengayomi para bawahannya sehingga bekerja maksimal dan merasa aman memiliki sang pemimpin yang pengayom serta mampu menjadi panglima yang berani berdiri di depan. Di sisi lain, ia adalah pilihan rakyat yang tentunya hampir setiap saat (24 jam) meluangkan waktu untuk menerima berbagai persoalan yang dihadapi oleh rakyat, bahkan tak jarang yang dilaporkan adalah masalah pribadi yang pastinya kerapkali menjengkelkan karena tak tahu waktu dan tempat.

Menjadi pemimpin di era teknologi yang menelanjangi ini juga bukanlah perkara gampang. Dibutuhkan kesiapan mental yang kokoh serta manajemen emosi yang bagus sehingga tak gampang terpancing oleh berbagai pendapat yang kadangkala memerahkan telinga dan menggelitik untuk menjawab. Kerapkali para pemimpin di era kebebasan pers dan teknologi telanjang seperti sekarang ini terpeleset sehingga menjadi perbincangan negatif di tengah-tengah masyarakat.

Komentar

BERITA LAINNYA