oleh

PANGKALBALAM

Oleh: Akhmad Elvian – Sejarahwan Bangka —
DALAM satu peta kuno ketika kerajaan Inggris berkuasa di pulau Bangka (1812-1816 Masehi), yaitu “Map of the island of Banka: compiled from remarks and materials collected during a journey through the island, annexed to a report on the same and addresed to the Honourable Thomas Stamford Raffles Esqre.”, digambarkan konektivitas berupa garis putus-putus dan lurus, sebagai jalur distribusi dan transportasi pengangkutan (Timah) di pulau Bangka sampai di distrik Pangkal Penang yang berakhir di Muara Pangkal Penang River yang terletak di Marawang River. Menelisik posisi muara Pangkal Penang River tersebut kira-kira posisinya saat ini berada di Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang sekarang. Pangkal Penang River atau sungai Pangkalpinang yang sekarang bernama sungai Rangkui pada masa kekuasaan Inggris sangat penting bagi district Pangkal Penang karena merupakan urat nadi bagi transportasi dan perekonomian, dan tentu saja pada bagian muara sungai berfungsi sebagai pelabuhan pengumpul (feeder point).

Jalur pertama transportasi di atas menghubungkan antara Mendoo River ke Pangkal-mendoo terus ke Timur melalui darat sampai ke muara Pangkal Penang River di Marawang River dan jalur kedua yang menghubungkan kampung Tirak (Jerak) mungkin maksudnya kampung Terak sekarang ke Village of Batin Marawang (pada bagian Timur dari Mendoo River) menuju Mines of Pangkal Penang dan ke Stoocade of Pangkal Penang, terus menelusuri Pangkal Penang River sampai ke muara Pangkal Penang River di Marawang River, kemudian jalur ketiga dari Tandjong Boongie menuju ke Messoo River terus menelusuri Pangkal Penang River sampai ke muara Pangkal Penang River di Marawang River. Jalur distribusi dan transportasi ke muara Pangkal Penang River di Marawang River juga digambarkan terhubung dengan Mabbed River, kampung Depa, Village of Dipatty Barin di bagian Barat pulau Bangka dalam wilayah western division. Tampaknya Pangkal Pinang yang didirikan pada masa Sultan Susuhunan Ahmad Najamudin I Adikusumo (1757-1776 Masehi), pada masa kekuasaan Inggris di pulau Bangka sudah berkembang dengan pesat seiring dengan berkembangnya aktifitas di muara sungai Pangkalpinang dan hubungannya dengan daerah dan pangkal-pangkal lain yang ada di pulau Bangka.

loading...

Selanjutnya dalam peta yang lebih muda, pada saat kekuasaan Inggris sudah berakhir dan pemerintah Hindia Belanda kembali berkuasa di pulau Bangka setelah Traktat London, dalam Kaart van het Eiland Banka 1819, digambarkan pada muara sungai Marawang di laut dekat sisi Timur muara sungai Pankal Pinang sudah ada pelabuhan laut dengan simbol Jangkar dan tertulis kata Duakhe mungkin maksudnya Duane. Disamping itu terdapat beberapa pelabuhan laut lainnya di pulau Bangka yaitu di Songi Leat, kemudian di dekat T. Mantong Klabat Baay (teluk Kelabat), di muara S. Kampaa Jeboes, dan di Muntok, serta di Toboaly.

Dengan adanya pelabuhan dan Duane berarti pada sekitar tahun 1819 Masehi diawal masa kolonialisme Belanda di Pankal Pinang, sudah ada instansi pemerintah Hindia Belanda yang bertugas di pelabuhan laut untuk menyelenggarakan dan mengawasi semua urusan yang berhubungan dengan bea cukai dan pabean. Keberadaan Duane tersebut dipertegas dalam peta Resident Bangka en Onderh. Opgenomen door den Topografischen dienst in 1928-1929 Blad 34/XXV d. Reproductiebedrijf Topografische dienst, Batavia 1931 Auteursrecht Voorbehouden (Stbl 1912 No.600), bahwa pada sisi Barat muara sungai Rangkui Pangkalpinang terdapat Duanekantoor yang posisinya berda di sisi Timur Goedang v/d K.P.M. Peta juga menjelaskan beberapa kampung dekat kampung Pangkalbalam yaitu kampung Ampoei di sisi Barat Daya dan kampung Gabek di sisi Baratnya. Antara kampung Pangkalbalam dan kampung Gabek dihubungkan dengan jalan raya yang cukup lurus dan besar, dan antara kampung Pangkalbalam dengan kampung Ampoei dihubungkan dengan jalan atau jalur Trem. Membaca peta di atas sangat jelas, bahwa antara kampung Pangkalbalam dengan sungai Rangkoei di sisi Timurnya merupakan kawasan rawa-rawa yang sangat luas sekali, bahkan terdapat dua gosong yaitu Gosongsanggak dan Gosongtinggi di sisi Timur sungai Rangkoei.

Komentar

BERITA LAINNYA