oleh

Oknum Wartawan Online Koordinir Jatah TI Apung

*Husni: Mereka Bukan Lagi Anggota Pokja
Babelpos.co  MUNTOK – Dua orang wartawan onilin atau dalam jaringan diterpa isu tak sedap. Keduanya adalah Rud dan Al ini dituding bermain dengan mengkoordinir jatah tetap bagi wartawan. Jatah itu didapat dari tambang timah dengan metode tambang inkonvensional (TI) apung di laut Dusun Selindung, Desa Air Putih, Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat (Babar). TI apung yang menyetor tersebut patut diduga ilegal dan sudah beroperasi sejak Mei lalu.

BACA: Ada Oknum Wartawan Bermain TI Apung

loading...

Salah satu sumber yang dapat dipercaya ketika dihubungi Rabu (10/10) membenarkan hal itu. Dia mengatakan dua oknum wartawan sudah lama mengambil jatah dari hasil tambang setiap dua minggu. Jatah oknum itu dihitung dari hasil timah kalau banyak hasilnya maka besar pula jatah oknum.

“Yang saya tahu mereka berdua yang mengkordinir jatah wartawan, ngambilnya setiap dua minggu,” ujarnya menyebut nama kedua oknum itu.

Masih dikatakannya, jumlah TI apung kurang lebih 200 unit namun tidak semuanya menghasilkan dan sekarang sudah mau pindah karena memasuki gelombang tinggi. Dirinya sendiri akan pindah kalau cuaca tidak bersahabat. “Kalau sekarang sudah sedikit hasilnya, bahkan ada yang tidak nimbang, kita akan pindah karena gelombang tinggi,” tandasnya.

Menanggapi hal itu Ketua Pokja Wartawan Bangka Barat Husni terkejut adanya keterlibatan oknum wartawan bermain tambang timah ilegal. Apalagi kedua oknum itu merupakan pendiri Pokja Wartawan Bangka Barat. Dirinya yakin selain kedua oknum itu, tidak ada yang terlibat karena anggota Pokja ada 7 media. Yakni Bangka Pos, Babel Pos, Rakyat Pos, Radar Bangka, LKBN Antara, Radio Duta dan Radio Pillar.

Dijelaskan Husni, untuk kedua oknum itu merupakan wartawan online yang bertugas di Bangka Barat. Walaupun merupakan pendiri Pokja namun dirinya memastikan kalau keduanya saat ini tidak lagi anggota Pokja Wartawan Bangka Barat.

Komentar

BERITA LAINNYA