oleh

Nikah Dini Jadi Ancaman

*Babel Tertinggi ke 3 Se-Indonesia?
*Pemerintah Harus Tegas Revisi UU Pernikahan
SEORANG ibu datang mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bangka Belitung (Babel). Keluhannya, anaknya yang baru berusia 16 tahun ingin dinikahkan suaminya dengan seorang kakek berusia 50 tahun. Si ibu tak berdaya, si anak hanya menangis. Beruntung akhirnya perkawinan itu gagal.

————–

loading...

ITU adalah salah satu contoh kasus pernikahan dini di daerah ini. Dan ternyata, meski dari jumlah penduduk kecil, namun trend pernikahan dini di Babel tergolong tinggi. Bahkan, dari persentase, Babel pada tahun 2017 lalu berada di posisi ke 3 tertinggi di Indonesia setelah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Kasus pernikahan dini masih terus berlangsung di negeri ini. Ini merefleksikan perlindungan hak asasi kelompok usia muda yang terabaikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pernikahan dini di Indonesia menunjukkan angka yang tinggi dan cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 persentase perkawinan anak di Indonesia adalah 23 persen. Sementara pada tahun 2017 meningkat sebesar 25,7 persen.

Pernikahan adalah salah satu bentuk ibadah yang kesuciannya perlu dijaga oleh kedua belah pihak baik suami maupun istri. Perkawinan bertujuan untuk membentuk keluarga yang bahagia sejahtera dan kekal selamanya. Pernikahan memerlukan kematangan dan persiapan fisik dan mental karena menikah adalah sesuatu yang sakral dan dapat menentukan jalan hidup seseorang.

Komentar

BERITA LAINNYA