oleh

‘Nafas’ Caleg

Loh, kalau terpilih kan dia lupa lagi…
Syukurlah berarti, warga membantu menyadarkan kembali…

***
APAPUN dan seindah apapun program yang dijanjikan seorang calon, tak akan sepenuhnya mempunyai hubungan yang signifikan dengan suara yang diraih. Namun bekal pergaulan selama bermasyarakat diakui bisa jadi modal utama.

”Masa’ pesta cuma makan program, memangnya kenyang?!”
Dari sini, hanya ada 2 hal yang menyebabkan seorang calon bisa menang. Yaitu, pencitraan diri –bisa jadi bukan dengan kampanye tapi memang selama bergaul dengan warga dan lingkungan–, dan uang/materi.

Untuk pencitraan diri tak cukup jika hanya tanda gambar karena masyarakat juga kadang sudah tak peduli lagi. Tak cukup dengan paparan program, karena masyarakat jenuh dengan omong kosong yang kadang hanya indah di atas kertas dan baliho. Pencitraan diri haruslah dengan karya nyata dan memang sudah berbuat serta masyarakat tahu memang sudah berbuat untuk orang banyak.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dipenuhi oleh masyarakat berbagai etnis. Termasuk diantaranya dikhotomi Melayu – Tionghoa. Secara fakta, dkhotomi ini ternyata tak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perolehan suara yang diraih oleh para kandidat. Terbukti, saat Pemilu DPR RI, lolosnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar tak mempengaruhi suara yang diraih oleh Ir Rudianto Tjen. Malah suara yang diraih Rudianto Tjen adalah yang terbesar di Bangka Belitung saat itu.

Komentar

BERITA LAINNYA