oleh

‘Nafas’ Caleg

Tidak sedikit Caleg itu orang-orang yang justru tak dikenal oleh lingkungannya meski tinggal di lingkungan itu. Lalu, tiba-tiba menjadi Caleg, tiba-tiba ramah, tiba-tiba rajin keluar malam menyapa warga, tiba-tiba kurang tidur ikut kerja warga, bawa mobil –kalau memang punya mobil sih– selama ini dengan kaca tertutup full plus kaca film hitam 80 persen. Kini mendadak dengan kaca terbuka dari depan hingga belakang. Sebelah tangan memegang setir, sebelahnya lagi untuk ber-say hello dengan warga.

Caleg seperti itu, meski nafasnya panjang, dalam artian duitnya banyak, mendadak rajin menyumbang, baik hati, tetap berat kan terpilih. Maklum, bisik-bisik antar warga lebih berpengaruh ketimbang perilaku yang mendadak ‘baik hati’ tadi.

Loading...

loading...

Tapi sebaliknya, jika Caleg itu kantong tipis, namun pergaulan selama ini memang top markotop, tetap besar kemungkinan untuk menang, bahkan warga kadang berjuang untuk memenangkannya. Caleg seperti ini yang nafasnya ‘dibantu’ warga, tentu akan punya ‘hutang budi’ luar biasa ke warga, karena pemilih tentu menaruh harapan kalau nanti dia jadi akan berbuat lebih lagi untuk warga.

Persoalannya, ada dan mungkin banyak juga Caleg yang terpilih karena pergaulan tadi, justru ketika duduk mendadak lupa (ber)diri. Selama ini hilir mudik di tengah warga pakai motor, kini mendadak raib di dalam mobil yang full kaca film dan kaca full tertutup.

Wow…. Caleg yang kayak kini tentu akan tipis menang lagi, karena warga tentu membandingkan ‘dia yang dulu’ dan ‘dia yang sekarang’. Wah…
Tapi, sekarang dia sudah ramah lagi Pak?

Komentar

BERITA LAINNYA