oleh

‘Nafas’ Caleg

INGAT! Dalam politik tak ada yang gratis. Dalam perjuangan ada resiko, dalam resiko ada imbalan. Menjadi Caleg (Calon Legislatif) lalu berangan ke Aleg (Anggota Legialtif) tentu tak bisa gratis.

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup

loading...

NAFAS para kandidat Caleg yang bertarung dalam Pemilu 2019 ini akan diuji. Termasuk kelompok manakah anda? Caleg yang ‘sesak nafas’, ‘separuh nafas’, atau ‘sepenuh nafas’.

Dan panjang tidak tarikan nafas itu tergantung lagi tingkatan yang diikuti. Untuk tingkat Kabupaten/Kota tentu nafas yang dibutuhkan tak begitu panjang dan tak begitu melelahkan. Dengan syarat memang kandidat sudah siapkan ‘pernafasan.’ Lebih bagus lagi kalau ‘pernafasannya’ itu sudah disiapkan bertahun-tahun. Lalu, untuk tingkat DPRD Provinsi sedikit lebih memanjang lagi, dan tentu tarikan nafas yang lebih panjang dari keduanya adalah untuk menuju ke Senayan.

Ironis memang, karena sekarang-sekarang ini sudah mulai ada kandidat yang ‘sesak nafas’, meski arena belum terbuka semuanya. Namun ada pula kandidat yang justru ‘baru mulai bernafas’. Tapi, agaknya tak sedikit pula kandidat yang sudah ‘separuh nafas?’

Inilah politik.
Kandidat Caleg boleh berjanji akan begini, akan begitu, bahkan akan beginu, tapi ukuran ‘nafas’ (kantong) tetap jadi penentu.

Apakah itu saja?
Oh tidak.
Bagaimanapun perilaku dan sikap selama ini di lingkungan dan masyarakat menentukan.

Komentar

BERITA LAINNYA