oleh

Musim Caleg “Ringem”

“Nyaleg dak nyaleg ko nak ne lah, tepileh dak tepileh ko tetap menjadi diri sendiri, tetap Ahmadi Sopyan alias Atok Kulop!” saya menambahkan.

Menjadi diri sendiri itu asyik. Kepada kawan-kawan muda seringkali saya ungkapkan hal tersebut. Memberikan pendidikan politik pada diri sendiri itu jauh lebih penting ketimbang sekedar mengejar kekuasaan semata, namun setelah terpilih nyatanya tak bisa berbuat apa-apa, bahkan bersuara pun tak terdengar. Karena sudah bertahun-tahun kita saksikan berapa banyak Anggota Dewan yang notabene Wakil Rakyat bersuara lantang, baik itu di media maupun langsung?

Pernahkah mereka tampil bersuara menyampaikan aspirasi rakyat? Pernahkah mereka turun selain kala musim kampanye? Pernahkah rakyat membaca berita suara mereka di koran atau di televisi? Bukankah Wakil Rakyat yang duduk di Parlemen itu adalah orang-orang yang digaji dari duit rakyat yang dikelola negara untuk mereka bersuara?

Nah, ini dia! Wakil Rakyat adalah orang yang harus berani bersuara lantang menyampaikan aspirasi rakyat. Wakil Rakyat adalah orang yang pintar diplomasi dan berkreasi agar aspirasi rakyat menjadi perhatian eksekutif selaku eksekutor. Wakil rakyat adalah orang yang paham betul daerah dimana ia mewakili, paham betul kehidupan rakyatnya, paham betul sosial dan budaya rakyat, paham betul segala tetek bengek dimana ia diwakilkan.

Oleh karenanya, seringkali saya ungkapkan “Pilihlah Wakil Rakyat yang paham daerahnya bukan cuma paham kursinya”.

Komentar

BERITA LAINNYA